Laporkan Masalah

ANALISIS PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KONDISI KEUANGAN PADA PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA SE-PULAU JAWA

RENY TRILESTARI, Prof. Dr. Abdul Halim, M.B.A, Ak., C.A

2021 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Analisis pertumbuhan ekonomi pemerintah daerah, diwakili dengan menjawab pertanyaan sejauh mana variabel independen belanja operasi, belanja modal dan investasi swasta mempengaruhi variabel dependen yakni PDRB. Penelitian dilakukan pada seluruh kabupaten/kota di Pulau Jawa dengan rentang tahun 2010 sampai dengan tahun 2019. Analisis kondisi keuangan diwakili dengan pengukuran menggunakan indikator terdiri atas enam dimensi yaitu solvabilitas jangka panjang, solvabilitas jangka pendek, solvabilitas anggaran, solvabilitas layanan, kemandirian keuangan, dan fleksibilitas keuangan, serta menggunakan tren guna mengetahui peningkatan atau penurunan rasionya. Penelitian dilakukan pada seluruh kabupaten/kota di Pulau Jawa dengan rentang tahun 2016 sampai tahun 2019. Hasil penelitian analisis pertumbuhan ekonomi menyimpulkan bahwa variabel independen belanja operasi, belanja modal, dan investasi swasta mempengaruhi variabel dependen PDRB secara signifikan, baik secara parsial maupun secara simultan. Berdasarkan analisis kondisi keuangan daerah, didapatkan bahwa pada masing-masing dimensi solvabilitas baik pada klaster pemerintah kabupaten maupun pemerintah kota menghasilkan rasio yang relatif cukup tinggi, kecuali pada dimensi kemandirian keuangan yang menunjukkan rasio rendah namun stabil. Hal tersebut dapat diartikan kondisi keuangan pemerintah kabupaten dan kota di Pulau Jawa rata-rata dalam kondisi baik dan stabil, meskipun pada sisi kemandirian masih kurang namun hal tersebut dipengaruhi oleh sistem desentralisasi yang digunakan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan beberapa kabupaten/kota perlu mewaspadai kondisi keuangannya karena berada pada peringkat sepuluh terendah selama empat tahun berturut-turut antara tahun 2016 sampai dengan 2019 pada masing-masing dimensi: (1) Solvabilitas keuangan jangka pendek yakni, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Ciamis, Kota Surakarta, Kota Cirebon, Kota Tasikmalaya, Kota Bandung dan Kota Surabaya; (2) Solvabilitas keuangan jangka panjang yakni, Kabupaten Ciamis Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Rembang, Kabupaten Malang, Kota Bogor, Kota Sukabumi, dan Kota Depok; (3) Solvabilitas anggaran yakni Kabupaten Bantul, Kabupaten Karawang, Kota Cirebon, dan Kota Tasikmalaya; (4) Solvabilitas layanan antara lain Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Garut, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Brebes, Kabupaten Malang, Kabupaten Tegal, Kota Tangerang, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Cimahi, Kota Tasikmalaya, Kota Serang, Kota Bogor, Kota Sukabumi dan Kota Malang; (5) Kemandirian keuangan yakni Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Blora, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Sampang, Kabupaten Bondowoso, Kota Kota Tasikmalaya, Kota Serang, Kota Banjar, Kota Batu, Kota Blitar, Kota Kediri, Kota Pasuruan, dan Kota Probolinggo; dan (6) Fleksibilitas keuangan antara lain Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Rembang, Kabupaten Ciamis, Kota Tasikmalaya, Kota Bogor, Kota Cimahi, Kota Sukabumi, Kota Surakarta dan Kota Semarang.

Analysis of regional government economic growth, represented by answering the question to what extent the independent variables operating expenditures, capital expenditures and private investment affect the dependent variable, namely GRDP. The research was conducted in all districts / cities on the island of Java from 2010 to 2019. Analysis of financial conditions is represented by measurement using indicators consisting of six dimensions, namely long-term solvency, short-term solvency, budget solvency, service solvency, financial independence, and financial flexibility, as well as using trends to determine whether the ratio is increasing or decreasing. The research was conducted in all districts / cities on the island of Java, spanning 2016 to 2019. The results of the analysis of economic conditions concluded that the independent variables operating expenditures, capital expenditures and private investment significantly affected the dependent variable PDRB, either partially or simultaneously. Based on the analysis of regional financial conditions, it was found that in each of the dimensions of solvency in both the district and city government clusters, the ratio was relatively high, except for the dimension of financial independence which showed a low but stable ratio. This can be interpreted that the financial condition of the district and city governments in Java Island is in average good and stable condition, although in terms of independence it is still lacking, but this is influenced by the decentralization system used in Indonesia. The results show that several districts / cities need to be aware of their financial conditions because they are in the top ten lowest for four consecutive years between 2016 and 2019 in each of the dimensions: (1) Short-term financial solvency, namely, Purwakarta Regency, Sumedang Regency, Majalengka Regency, Ciamis Regency, Surakarta City, Cirebon City, Tasikmalaya City, Bandung City and Surabaya City; (2) Long-term financial solvency, namely, Ciamis Regency, Purbalingga Regency, Rembang Regency, Malang Regency, Bogor City, Sukabumi City, and Depok City; (3) Budget solvency, namely Bantul Regency, Karawang Regency, Cirebon City, and Tasikmalaya City; (4) Service solvency includes Sukabumi Regency, Garut Regency, Cirebon Regency, West Bandung Regency, Brebes Regency, Malang Regency, Tegal Regency, Tangerang City, Bekasi City, Depok City, Cimahi City, Tasikmalaya City, Serang City, Bogor City, Sukabumi City and Malang City; (5) Financial independence namely Tasikmalaya Regency, Ciamis Regency, Blora Regency, Sumenep Regency, Sampang Regency, Bondowoso Regency, Tasikmalaya City City, Serang City, Banjar City, Batu City, Blitar City, Kediri City, Pasuruan City and Probolinggo City; and (6) Financial flexibility, among others, Purwakarta Regency, Rembang Regency, Ciamis Regency, Tasikmalaya City, Bogor City, Cimahi City, Sukabumi City, Surakarta City and Semarang City.

Kata Kunci : pertumbuhan ekonomi, kondisi keuangan, PDRB, investasi swasta, belanja operasi, belanja modal, solvabilitas, kemandirian keuangan, fleksibilitas keuangan.

  1. S2-2021-447506-abstract .pdf  
  2. S2-2021-447506-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-447506-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-447506-title, halaman pengesahan.pdf