Laporkan Masalah

Kajian Indeks Massa Tubuh dan Persentase Lemak Tubuh pada Anak Usia 7-15 Tahun di Sewon, Bantul

TANTRI JULIANA, Dra. Neni Trilusiana Rahmawati, M.Kes., Ph.D; Janatin Hastuti, S.Si., M.Kes., Ph.D

2021 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Latar belakang: Malnutrisi memberikan dampak negatif terhadap kondisi ekonomi dan kesehatan suatu negara. Status nutrisi anak dapat dinilai berdasarkan indeks massa tubuh terhadap usia (IMT/U) dan persentase lemak tubuh terhadap usia (PLT/U). Namun, penggunaan IMT untuk menilai status nutrisi memiliki kelemahan karena tidak bisa membedakan antara massa lemak dan nonlemak. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara PLT dan IMT serta untuk mengetahui perbedaan prevalensi malnutrisi berdasarkan PLT dan IMT pada anak usia 7-15 tahun di Sewon, Bantul. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif analitik noneksperimental dengan metode cross sectional. Subjek adalah 356 siswa (170 laki-laki dan 186 perempuan) SDN 1 Sewon dan SMPN 1 Sewon pada tahun 2019. Setiap anak diukur tinggi tubuh (TT), berat tubuh (BT), serta tebal lipatan kulit (TLK) triceps dan subscapular. Dari pengukuran TT dan BT, ditentukan IMT. Dari pengukuran TLK, ditentukan PLT menggunakan formula Slaughter. Analisis statistik yang digunakan adalah independent samples-t-test, uji Mann Whitney, uji korelasi Pearson dan Spearman, regresi linear sederhana dan berganda, uji chi square, serta uji eksak Fisher. Hasil: Rata-rata IMT pada semua anak, laki-laki dan perempuan adalah 18,65 kg/m2, 18,18 kg/m2, dan 19,08 kg/m2 sedangkan rata-rata PLT adalah 21,02%, 18,52%, dan 19,08%. Hubungan antara PLT dengan IMT semua anak dan anak perempuan bersifat positif dan sangat kuat (r=0,806 dan r= 0,900) dengan p<0,01, sedangkan pada anak laki-laki bersifat positif kuat (r=0,720) dengan p<0,01. Prevalensi kekurangan nutrisi berdasarkan IMT/U pada semua anak, laki-laki, dan perempuan adalah 23,0%, 25,3%, dan 21,0% sedangkan berdasarkan PLT/U adalah 16,6%, 17,6%, dan 15,6%. Prevalensi kelebihan nutrisi berdasarkan IMT/U pada semua anak, laki-laki, dan perempuan adalah 23,6%, 21,8%, dan 25,3% sedangkan berdasarkan PLT/U adalah 21,9%, 22,9%, dan 21,0%. Terdapat perbedaan prevalensi kekurangan dan kelebihan nutrisi yang signifikan berdasarkan PLT dan IMT pada semua anak, laki-laki, dan perempuan (p<0,01). Kesimpulan: Meskipun terdapat hubungan yang bersifat positif dan signifikan antara PLT dan IMT, ditemukan adanya perbedaan prevalensi malnutrisi yang signifikan berdasarkan PLT dan IMT pada semua anak, laki-laki, dan perempuan.

Background: Malnutrition creates negative impacts on health and economic conditions of a country. The nutritional status of the children can be assessed based on body mass index for age (BMI-age) and body fat percentage for age (BFP-age). However, the use of BMI to assess nutritional status has a weakness because it cannot differentiate between fat mass and fat-free mass. Objectives: To investigate the correlation between BFP and BMI, to investigate the difference of malnutrition prevalence based on BFP and BMI of children aged 7-15 years in Sewon, Bantul. Methods: This is a non-experimental descriptive analytic study with cross-sectional method. Subjects were 356 students (170 boys and 186 girls) of public elementary school SDN 1 Sewon and public junior high school SMPN 1 Sewon on 2019. Each student was measured for height, weight, triceps skinfold, and subscapular skinfold. Height and weight were used to determine BMI, while skinfolds were used to determine BFP using Slaughter formula. Statistical analytic performed were independent samples-t-test, Mann Whitney test, Spearman and Pearson correlation, simple and multiple linear regression, chi square test, and Fisher exact test. Results: The BMI mean of all students, boys, and girls respectively are 18,65 kg/m2, 18,18 kg/m2, and 19,08 kg/m2 while the BFP mean are 21,02%, 18,52%, and 19,08%. The correlations between BFP and BMI in all students and girls are positive and very strong (r=0,806 and r= 0,900) with p<0,001, while in boys are positive and strong (r=0,720) with p<0,001. Based on BMI-age, the prevalence of undernutrition in all students, boys, and girls respectively are 23,0%, 25,3%, and 21,0% while undernutrition prevalence based on BFP-age are 16,6%, 17,6%, and 15,6%. Based on BMI-age, the prevalence of overnutrition in all students, boys, and girls respectively are 23,6%, 21,8%, and 25,3% while overnutrition prevalence based on BFP-age are 21,9%, 22,9%, and 21,0%. There are significant differences of undernutrition and overnutrition prevalence based on BFP and BMI on all students, boys, and girls (p<0,01). Conclusion: Even though, there are significant positive correlations between BFP and BMI, significant differences of malnutrition prevalence based on BFP and BMI on all students, boys, and girls have been found.

Kata Kunci : tinggi tubuh, berat tubuh, indeks massa tubuh, persentase lemak tubuh