Maskulinitas Dalam Novel Pasung Jiwa Karya Okky Madasari
DANANG PUTROWIJOYO, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA
2021 | Tesis | MAGISTER SASTRASelama ini, persoalan maskulinitas lebih banyak dilihat dalam kaitannya dengan orientasi seksual dan faktor fisik. Akan tetapi, persoalan maskulinitas juga dapat terjadi karena persoalan ekonomi yang kemudian menimbulkan terjadinya status sosial atas dan status sosial bawah. Oleh karena itu, menjadi laki-laki maskulin salah satu faktornya adalah faktor modal ekonomi atau kekayaan. Maskulinitas dan keterkaitannya dengan persoalan ekonomi akan diteliti dengan menggunakan teori Raewyn Connel tentang maskulinitas. Teori ini mengklasifikasikan antara lain ke dalam maskulinitas hegemonik dan subordinat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka. Selanjutnya data yang telah ditemukan dianalisis menggunakan metode deskriptif analisis yang dilakukan dengan beberapa tahapan. Pertama, data dikoleksi dengan mengklasifikasikan laki-laki ke dalam maskulinitas hegemonik dan maskulinitas subordinat serta keterkaitan maskulinitas dengan persoalan ekonomi. Selanjutnya, melakukan analisis data dengan cara mendialogkan data dari novel dengan teori maskulinitas. Dalam novel Pasung Jiwa, maskulinitas hegemonik dalam konteks ekonomi direpresentasikan oleh Jaka Wani sebagai figur yang keras, heteroseksual, berkuasa secara fisik, dan ekonomi. Sementara itu, maskulinitas subordinat direpresentasikan oleh Sasana, yakni sosok laki-laki yang lemah, laki-laki kedua, feminin, cengeng, terdominasi, tersubversi, dan berpenampilan menyerupai perempuan.
These days, the issue of masculinity is focusing more in terms of sexual orientation and physical factors only. However, the problem of 18 masculinity can also occur due to economic problems which then lead to the occurrence of upper social status and lower social status. Therefore, the economic capital or wealth turned to beone of the biggest factor to be noticed as a masculine man. Masculinity and its relation to the economic problems will be examined using Raewyn Connel theory of masculinity. This theory classifies masculinity in two different types, hegemonic masculinity and subordinate masculinity. The method used in this research is literature study method. Furthermore, the data that has been found were analyzed using descriptive analysis method which was carried out in several stages. First, the data were collected by classifying men into hegemonic masculinity and subordinate masculinity as well as the relationship between masculinities and economic problems. Next, the researcher analyzed the data by elaborating the data from a novel with masculinity theory. In the Pasung Jiwa literary work, it was found that hegemonic masculinity in an economic context is represented by Jaka Wani as a tough, heterosexual, and has a powerful figure physically, and economically. Meanwhile, subordinate masculinity is represented by Susanna, which is a weak male figure, being placed in the second position or in the type of inferior male, feminine, whiny, dominated, subverted, and looks like a woman.
Kata Kunci : Connel, ekonomi, maskulinitas, dan pasung Jiwa.