Laporkan Masalah

CHARACTERISTIC OF PATIENTS, MANAGEMENT, AND OUTCOMES OF TRAUMATIC OPTIC NEUROPATHY IN NEURO-OPHTHALMOLOGY SUB-DIVISION DR. SARDJITO TEACHING HOSPITAL, YOGYAKARTA, INDONESIA 2015-2018

FARHAN ARVYAN, dr. Widyandana, MHPE., Ph.D, Sp. M (K) ; dr. Indra Tri Mahayana, Ph.D, Sp.M

2021 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Latar Belakang: Berdasarkan WHO 1998, diperkirakan tiap tahunnya trauma pada neuropati optic menyebabkan sekitar 1,6 juta buta kedua mata dan 19 juta buta salah satu mata, dengan factor penyebab yang paling sering dikarenakan KLL. Sejauh ini belum ada penelitian analitik yang dilakukan untuk mengetahui karakteristik pasien, pilihan pengobatan dan hasil visual pasien di Rumah Sakit Pendidikan dr. Sardjito, Yogyakarta. Tujuan: Untuk mendeskripsikan setiap karakteristik pasien, mendapatkan data demografis, menilai jenis cedera yang menyebabkan TON, mendokumentasikan tingkat gangguan penglihatan awal dan akhir dari cedera yang terjadi bersamaan untuk menilai hasil visual, investigasi, dan manajemen perawatan dalam penggunaan pasien rawat inap saat ini yang didiagnosis dengan TON di Bangsal Mata Bougainville 4 RS Pendidikan dr. Sardjito, Yogyakarta, 2015-2018. Metode: Studi kasus kuantitatif dengan data sekunder retrospektif dilakukan terhadap 16 pasien (18 mata) yang dirawat inap dengan TON di Bangsal Mata Bougenville 4 RS Pendidikan dr. Sardjito periode September 2015 - September 2018. Hasil: Terdapat 16 subjek (18 mata) yang terdiagnosis TON, dengan 68,75% berjenis kelamin laki-laki. Subjek didominasi oleh kelompok umur 19-30 tahun dengan rata-rata 23 tahun. Kebanyakan dari mereka adalah pasien yang berasal dari luar Yogyakarta dan merupakan pasient tujukan dari RS lain. Penyebab utama TON adalah kecelakaan lalu lintas (56%). Sebagian besar pasien mengalami TON unilateral dengan kedua mata sama-sama terlibat. Sebagian besar pasien diperiksa dengan CT-scan dan tidak ada cedera okular, fraktur orbital, fraktur tengkorak dan/atau perdarahan intrakranial. Rata-rata baseline ketajaman visus mata pasien TON adalah 1,4 poin dengan 55,56% mengalami perbaikan setelah pengobatan. Terdapat 15 pasien yang dirawat dengan Methylprednisolone sebagai terapi steroid dengan dosis rata-rata 500mg x 2 / hari. Kesimpulan: Pasien TON di RS Pendidikan dr. Sardjito didominasi oleh pasien laki-laki dewasa muda yang cedera akibat kecelakaan lalu lintas yang dirujuk dari RS lain dan bertempat tinggal di luar Yogyakarta (Klaten). Sekitar 55,56% pasien mengalami peningkatan ketajaman penglihatan setelah dirawat di RS Pendidikan dr. Sardjito.

Background: According to WHO in 1998, estimated that each year trauma to optic neuropathy induce about 1,6 million binocular blindness and 19 million monocular blindness, with common factor due to RTA trauma. So far, there has been no analytical research conducted to understand the patient characteristic, treatment option and patient visual outcome in dr. Sardjito Teaching Hospital, Yogyakarta. Objective: To describe each characteristics of patient, to obtain demographic data, assess the types of injuries that causing TON, document the level of initial and final visual impairment of concurrent injuries for assessing visual outcome, investigations, and treatments management in current use of hospitalized patients who are diagnosed with TON on Bougainville 4 Eye Ward in dr. Sardjito Teaching Hospital, Yogyakarta, from 2015-2018. Methods: A quantitative case study with retrospective secondary data was conducted involving 16 patients (18 eyes) who hospitalized with TON in Bougenville 4 dr. Sardjito Teaching Hospital period September 2015- September 2018. Result: There were 16 subjects (18eyes) who were diagnosed with TON, with 68,75% was male. Subject was dominated with group of age 19-30 years with average is 23 years old. Most of them were originated from outside Yogyakarta and mostly referred from other hospital. Road traffic accident was the major cause of TON (56%). Most of the patient suffered unilateral TON with between both of eyes were equally involved. Majority of patients was examined with CT-scan and has no ocular injury, orbital fracture, skull fracture and/or intracranial bleeding. The average Logmar baseline VA of TON eye is 1,4 point with 55,56% experience improvement after treatment. There were 15 patients treated with Methylprednisolone as the steroid therapy with the average dosage is 500mg x 2/days. Conclusion: TON patients in dr. Sardjito Teaching Hospital dominated with young adult male patients injured due to RTA who referred from other hospital and living outside Yogyakarta (Klaten). Around 55,56% of patient improve their visual \acuity after treated in dr. Sardjito Teaching Hospital.

Kata Kunci : traumatic optic neuropathy, corticosteroid therapy, optic nerve decompression, visual outcome.

  1. S1-2021-411645-abstract.pdf  
  2. S1-2021-411645-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-411645-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-411645-title.pdf