Kebermaknaan Hidup pada Individu Dewasa Awal dengan Percobaan Bunuh Diri
ALPHA RHESA JANITRA, Prof. Dr. Sofia Retnowati, M.S.
2021 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIBunuh diri merupakan fenomena global yang tidak dapat dapat dianggap sepele. Dari beberapa faktor protektif terhadap perilaku bunuh diri, salah satunya adalah kebermaknaan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika kebermaknaan hidup pada individu dewasa awal dengan percobaan bunuh diri. Pengambilan data primer dilakukan dengan wawancara mendalam, sedangkan data sekunder diperoleh dengan validasi peristiwa melalui significant others dan media. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dan menggunakan analisis Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukan setiap partisipan mengalami dinamika kebermaknaan hidup yang unik satu sama lain. Responden A terpicu peristiwa kehilangan, G terkena penyakit langka, dan F terpaut masalah yang cukup komplikatif Hasil penelitian juga menunjukan bahwa tiap partisipan mengalami kehilangan makna hidup dari tiga aspek dan mengalami kehampaan eksistensial (Frankl, 2005). Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa cara dalam pemulihan setelah peristiwa kritis percobaan bunuh diri berbeda-beda dan unik pada setiap responden. Responden antara lain menggunakan media membaca, bersosialisasi bersama teman yang mengerti, dan mengambil medikasi.
Suicide is a global phenomenon that could not be seen as a simple discourse. One of the protective factor from suicidal ideation and attempt is Meaning in Life (Frankl, 2005). This study aims to understand the dynamics of Meaning in Life of early adults with suicidal attempt. Primary data were obtained by in-depth interview while secondary data were collected by validating via significant others and mass media. This study is using qualitative approach and the analysis conducted with Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). The result of this study showed that all participants had unique experience of meaning of life through the suicidal attempts. Respondent A is triggered by the bereavement of loved one, Respondent G lose his meaning of life after an onset of a rare disease, and respondent F is more into complicative problems. All of participants experienced the loss of meaning in life and went through existential numbness. This study also shows that the ways of coping after the incidents could vary in one and another participant. Respondents in this research used methods like reading, socializing with understanding friends, and taking medications.
Kata Kunci : Bunuh diri, Kebermaknaan, makna hidup, studi kualitatif