EVALUASI PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI DALAM PROGRAM BIMBINGAN PERKAWINAN DI KUA KABUPATEN BANYUMAS
MAFTUHAH NA, Drs. Zulaela, Dipl. Med, Stats., M.si
2021 | Tugas Akhir | D4 BIDAN PENDIDIK SVStatus kesehatan pada perempuan memperlihatkan angka yang masih rendah, hal ini dapat diketahui dari masih tingginya angka wanita yang mengalami Kurang Energi Kronis (KEK), anemia pada perempuan dan ibu hamil, kasus kehamilan pada usia remaja berumur 15-19 tahun, kasus AIDS yang sebagian besar dialami usia reproduktif 10-49 tahun. Untuk itu pemerintah mengadakan program dengan sasaran laki-laki dan perempuan yang hendak menikah, atau calon pengantin. Bimbingan perkawinan merupakan suatu program binaan yang ditujukan kepada calon pengantin dengan penyelenggara dari Kementerian Agama. Program ini melakukan upaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan dilaksanakannya pembinaan dalam bentuk pemberian materi kesehatan reproduksi,agama, serta psikologis. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi materi kesehatan reproduksi dalam program Bimbingan Perkawinan di Kantor Urusan Agama. Desain penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode deskriptif. Instrumen dalam penelitian ini meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dengan data reduction, data display, conclusion drawing atau verification. Evaluasi yang terdapat dalam program bimbingan meliputi beberapa hal terkait materi, narasumber, program evaluasi, waktu bimbingan perkawinan, training of trainer, mekanisme izin, mekanisme upgrading, dan lain-lain. Dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan efektivitas kegiatan bimbingan perkawinan diperlukan adanya perbaikan dalam berbagai sektor yang terkait dengan input, process, dan output serta mekanisme evaluasi antar pihak.
The health status of women shows a low number, this can be seen from the still high number of women who experience Chronic Energy Deficiency (KEK), anemia in women and pregnant women, pregnancy cases in adolescents aged 15-19 years, cases of AIDS which are partly experienced reproductive age 10-49 years. For this reason, the government conducts programs targeting men and women who are going to marry, or prospective brides. Marriage guidance is a fostered program aimed at prospective brides and administrators from the Ministry of Religion. This program makes efforts to improve the quality of life of the community by carrying out coaching in the form of providing reproductive health, religion and psychological materials. The purpose of this study was to evaluate reproductive health material in the Marriage Guidance program at the Office of Religious Affairs. This research design uses qualitative research using descriptive methods. The instruments in this study include interviews, observation, and documentation. Data analysis with data reduction, data display, conclusion drawing or verification. The evaluation contained in the guidance program includes several things related to material, resource persons, evaluation programs, marriage guidance time, training of trainers, permission mechanisms, upgrading mechanisms, and others. It can be concluded that in order to increase the effectiveness of marriage guidance activities, improvements are needed in various sectors related to input, process and output as well as an evaluation mechanism between parties.
Kata Kunci : Bimbingan Perkawinan, calon pengantin, kesehatan reproduksi, kantor urusan agama