Laporkan Masalah

Keuntungan ekonomi usaha tani tanaman salak dengan tindakan konservasi tanah :: Studi kasus di desa Wonokerto Kecamatan Turi Kabupaten Sleman

SUMARTINI, Prof.Dr. A.J. Suhardjo, MA

2002 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keuntungan ekonomi dari usaha tani tanaman salak dengan tindakan konservasi tanah pada lahan dengan kemiringan lereng 8-15% dan kemiringan lereng 15-30% serta untuk mengetahui faktor-faktor sosial ekonomi yang paling berpengaruh terhadap keuntungan ekonomi usaha tani tanaman salak dengan tindakan konservasi tanah di Desa Wonokerto Kecamatan Turi Kabupaten Sleman. Data-data input dan output produksi dari usaha tani tanaman salak serta faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi keuntungan ekonomi usaha tani tanaman salak diperoleh dengan menggunakan 100 kuisioner yang dibagi 5O kuisioner pada petani yang mempunyai lahan dengan kemiringan lereng 8-15% dan 50 kuisioner pada petani yang mempunyai lahan dengan kemiringan lereng 1530% dan wawancara dengan tokoh-tokoh masyarakat, sedangkan data fisik diperoleh dari instanSi terkait dan survai lapangan. Alat analisis data yang digunakan adalah tabel frekuensi, korelasi product moment serta analisis biaya manfaat. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa secara ekonomi usaha tani tanaman salak mempunyai nilai efisiensi positif dan menguntungkan. Pada tingkat diskonto 10% dengan periode panen 10 tahm diperoleh NPV sebesar Rp 146.937.060,OO; BCR sebesar 5,5 dan IRR sebesar 22,8% pada lahan dengan kemiringan lereng 8-15%. Sedangkan pada lahan dengan kemiringan lereng 15- 30% diperoleh NPV sebesar Rp 144.429.370,OO; BCR sebesar 3,31 dan IRR sebesar 22,3%. Pada lahan dengan keminingan lereng 8-15% biaya produksi usaha tani tanaman salak sebesar Rp 126.995.WO,OO/ha dengan hasil produksi sebesar Rp 446.000.000,00/ha sehingga keuntungan ekonominya sebesar Rp 319.005.000,00/ha selama periode 10 tahun. Pada lahan dengan kemiringan lereng 2530% biaya produksi usaha tani tanaman salak sebesar Rp 276.500.000,Wha dengan hasil produksi sebesar Rp 495.380.000,0O/ha sehingga keuntungan ekonominya sebesar Rp 3 18.880.OOO,OO/;ha selama periode 10 tahm. Berdasarkan hasil perhitungan ekonomi terlihat bahwa keuntungan ekonomi usaha tani tanman salak pada tanah dengan kemiringan lereng 15%-30% dan laha dengan kemiringan lereng 15-30% mempunyai perbedaan yang signifikan yang disebabkan oleh perbedaan biaya penerapan tehologi konservasi tanah dan hail produksinya. Dari hasil analisis korelasi product moment diketahui bahwa faktor lama menekuni usaha tani tanaman salak merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap keuntungan usaha tani tanaman salak di daerah penelitian.

The present research was aimed to identify economic profit produced fiom Zalacca palm cultivation business applying land consemtion on slope of 8-15% and 15-30%, and most affecting social economic factors on economic profit from Zalacca palm cultivation business applying land conservation in Wonokerto village, Turi sub-district, Sleman regency. Data related to product input and output of Zalacca palm cultivation business and most affecting social economic factors on economic profit from Zalacca palm cultivation business were collected by distributing 100 questioners -50 questioners were for farmers possessing land with slope of 8-15% and 50 others for those owing land with slope of 15-3OYb- and through interviewing public figures; while physical data were obtained from related institutions and by conducting field study. Data analysis instrument utilized were frequency table, product moment correlation, and utility cost analysis. Based on researchs, it was indicated that from economic View, Zalacca palm cultivation owned positive efficiency value and was profitable. At discount rate of 10% with 10 years period of harvest, NPV of Rp.I46,937,060, BCR of 5 3 and IRR of 22.8% were obtained on 8-15% slope. Meanwhile, on 1530% slope, NPV of Rp. 144.529.370, BCR of 3,3 I and IRR of 22.3% were produced. On 8- 15% slope, product cost of Rp. 126,995,000 / ha were spent with product yield of Rp.319,005,000ha during 10 years period. On land with 1540% slope, product cost of Rp.176,500,000 / ha were spent with product yield of Rp.495.380.000,Ooih~ hence, economic profit of Rp.3 18.880.0OO/ha during 10 years period was gained Based on economic calculation, it was showed that economic profit of Zalacca palm cultivation business on 8-15% and 530% slopes had significant differences due to the difference of land conservation technology applied and its product yield. Based on product moment correlation, length factor in conducting such a business turned into the most affecting factor on profit of Zaflaca palm cultivation business in the research area.

Kata Kunci : Kemiringan lereng, konservasi tanah, keuntungan ekonomi, slope, land conservation, economic profit


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.