KESEDIAAN PETANI UNTUK MELANJUTKAN USAHA TANI PADI ORGANIK DI KABUPATEN BANTUL
MUTIARRA RIDYO ARUM, Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc; Azizatun Nurhayati, S.P., M.Sc; Ir. AnySuryantini, M.M.,Ph.D
2021 | Skripsi | S1 EKONOMI PERTANIAN DAN AGRIBISNISPertanian organik merupakan solusi dari ketergantungan petani pada penggunaan input kimia yang tidak terkendali. Pengembangan pertanian organik di Indonesia dihadapkan oleh tantangan rendahnya motivasi dan kesediaan petani untuk beralih dari pertanian konvensional menuju pertanian organik. Kabupaten Bantul merupakan kabupaten yang memanfaatkan potensi sumber daya alam untuk dikembangkan sebagai lahan pertanian padi organik. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengetahui tingkat motivasi petani dalam berusaha tani padi organik di Kabupaten Bantul. 2) Mengetahui tingkat kesediaan petani untuk melanjutkan usaha tani padi organik di Kabupaten Bantul. 3) Mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kesediaan petani untuk melanjutkan usaha tani padi organik di Kabupaten Bantul. Penelitian dilakukan di Kabupaten Bantul, penentuan lokasi dan sampel responden dilakukan dengan teknik sampling jenuh (sensus), didapat 42 responden di Desa Gilangharjo. Skala Likert digunakan untuk mengidentifikasi motivasi dan kesediaan petani dalam melanjutkan usaha tani. Regresi linier berganda digunakan untuk melihat pengaruh karakteristik responden terhadap kesediaan petani. Hasil penelitian menujukan: motivasi petani dalam berusaha tani organik di Kabupaten Bantul tergolong tinggi pada tiga aspek kebutuhan keberadaan (existence), kebutuhan berhubungan (relatedness), kebutuhan berkembang (growth). Kesediaan petani di Kabupaten Bantul dalam melanjutkan usaha tani padi organik tergolong tinggi. Dari hasil analisis regresi faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan petani adalah jumlah tanggungan keluarga, luas lahan dan motivasi.
Organic farming is a solution to farmers' dependence on uncontrolled use of chemical inputs. The development of organic farming in Indonesia is faced by the challenge of low motivation and willingness of farmers to switch from conventional to organic farming. Bantul regency is a district that utilizes the potential of natural resources to be developed as paddy organic farming land. The objectives of this research are: 1) Knowing the level of motivation of farmers in cultivating paddy organic in Bantul Regency. 2) Knowing the level of willingness of farmers to continue paddy organic farming in Bantul Regency. 3) Know the factors that affect the willingness of farmers to continue paddy organic farming in Bantul Regency. The research was conducted in Bantul Regency, the determination of the location and samples of respondents were conducted with saturated sampling techniques (census), obtained by 42 respondents in Gilangharjo Village. The Likert scale is used to identify the motivation and willingness of farmers in continuing farming. Multiple linear regressions are used to see the characteristic influence of respondents on farmers' willingness. The results of the research showed: the motivation of farmers in cultivating paddy organic in Bantul Regency is relatively high in three aspects of existence, relatedness, growth. The willingness of farmers in Bantul Regency in continuing paddy organic farming is relatively high. From the results of the regression analysis of factors that affect the willingness of farmers is the number of family dependents, land area and motivation.
Kata Kunci : Motivasi, kesediaan melanjutkan, pertanian organik.