Laporkan Masalah

Isolasi dan identifikasi bakteri penghasil biosurfaktan pengemulsi lumpur minyak yang berasal dari tanah dan kompos

AKHSIN, Ir. Irfan D. Prijambada, M.Eng.,PhD

2002 | Tesis | S2 Bioteknologi

Biodegradasi senyawa hidrokarbon lumpur minyak dapat dipercepat dengan penambahan biosurfaktan, yaitu senyawa pengemulsi yang dihasilkan oleh mikrobia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat bakteri dari tanah dan kompos yang mampu menghasilkan biosurfaktan. Tanah hutan jati, hutan bakau, gambut dan kompos digunakan sebagai sumber isolat. lsolasi dilakukan dengan terlebih dahulu menumbuhkan mikrobia yang ada di tanah dan kompos tersebut di atas pada medium minimum Bushnell-Hass (MMBH) cair yang mengandung 1 % lumpur minyak dan selanjutnya ditumbuhkan pada medium nutrien agar (NA). Isolat bakteri diseleksi berdasarkan kemampuan mengemulsi lumpur minyak secara kualitatif. Isolat bakteri terpilih selanjutnya dikarakterisasi dan diidentifikasi berdasarkan pada Bergey 's Manual of Deterrnincifive Bacteriology dan urutan basa nukleotida pada gen 16s rRNA. Didapatkan dua isolat bakteri A dan B, yang mampu memproduksi biosurfaktan yang diduga lemak sederhana, lemak komplek atau derivat 1emak.Isolat bakteri A tumbuh lebih cepat dibanding isolat bakteri B dengan kecepatan pertumbuhan specific (p) berturut-turut 0,24 I jam-' dan 0,150 jam.'. Berdasarkan uji morfologi, biokimia, pendukung dan analisis urutan basa pada gen 16s rRNA, maka isolat bakteri A adalah Acinetobacter sp, sedangkan isolat bakteri B adalah Acinetubacter calcoaceticus.

Biodegradation of soil sludge hydrocarbon could be improve by adding biosurfactant, an emulsifier produced by microbes. The objective of this study was to isolate biosurfactant producing soil bacteria. The source of isolate were soil collected from location covered with teakwood and mangrove vegetation, peat soil and compost. Isolation was done by inoculating the Bushnell-Hass Minimum Broth (BMMB) containing 1 5% of oil sludge. Then the culture was spread on to nutrien agar. The isolates were selected based on ability to emulsify oil sludge. The selected bacterial isolates were characterized and identified based on Bergey's Manual of Determinative Bacteriology and nucleotide squences of 16s rRNA gene. Two bacteral isolates, isolate A and isolate B, were found to produce biosurfactant. They were Acinetobacter sp and Acinetobacter calcoaceticus respectively. The isolate A grows faster than isolate B with specific growth rate (p) of 0,24 I h-' and 0,150 h-' , respectively

Kata Kunci : Bioteknologi,Isolat Bakteri Tanah dan Kompos,Biosurfaktan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.