PENGARUH JARAK KELAHIRAN TERHADAP PREVALENSI STUNTING DI INDONESIA
SHOFIA AFKARINA M, Evi Noor Afifah, Dr., S.E., M.S.E.
2021 | Skripsi | S1 ILMU EKONOMIStunting dan kondisi malnutrisi lain disebabkan oleh berbagai faktor yang kompleks dan saling berkaitan. Dengan demikian, intervensi pencegahan stunting pada anak memerlukan pendekatan dari berbagai aspek maupun berbagai sektor. Menggunakan data dari Indonesian Family Life Survey (IFLS), penelitian ini menganalisis tentang pengaruh jarak kelahiran terhadap probabilitas anak usia 1-5 tahun dalam menderita stunting di Indonesia. Metode yang digunakan adalah estimasi probit dan Two Stage Least Square (2SLS) dengan menerapkan metode variabel instrumen, penggunaan alat kontrasepsi modern. Kedua estimasi menunjukkan hasil yang konsisten bahwa peningkatan jarak kelahiran dapat menurunkan probabilitas anak terkena stunting. Hasil menunjukkan bahwa pertambahan 1 tahun jarak kelahiran akan menurunkan probabilitas anak terkena stunting sebesar 0,039. Selain itu, jika berjarak kurang dari tiga tahun dari saudara yang lebih tua, maka probabilitas anak menderita stunting adalah sebesar 0,2 lebih tinggi daripada anak yang berjarak tiga sampai tujuh tahun dari saudara yang lebih tua. Jarak kelahiran pun dipahami sebagai faktor penting dengan skema yang panjang dalam memperbaiki kondisi malnutrisi, khususnya stunting. Memahami hal tersebut, maka kebijakan terkait peningkatan jarak kelahiran perlu dipertimbangkan dalam meningkatkan efektivitas program pencegahan stunting di Indonesia.
The causes of stunting and other child malnutrition are complex and interrelated. Therefore, stunting prevention approach requiring a multi-pronged strategies. Using data from the Indonesian Family Life Survey (IFLS), this study document the effect of birth spacing on the probability of children suffering from stunting in Indonesia. The result of both probit and Two Stage Least Square (2SLS) estimation show that higher birth spacing consistently reduces the probability of children being stunted. A year addition of birth spacing reduces stunting probability by 0,039. The result also find that relative to being spaced three to seven years from older sibling, being spaced less than three years was associated with 0,2 increase in stunting probability. Birth spacing is well understood as an important but long routes factor to prevent malnutrition, especially stunting. Hence, policy and program implications related to birth spacing need to be considered in increasing the effectiveness of stunting prevention policy in Indonesia.
Kata Kunci : jarak kelahiran, stunting, pertumbuhan anak, variabel instrumen/birth spacing, stunting, child growth, instrumental variable