Tekanan panas dan respon keluarnya keringat pada pekerja pembakaran gamping di Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta
WIJONO, Trimawan Heru, dr. Bambang Soejatno
2002 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan KerjaTekanan panas di lingkungan keja dapat meinpengaruhi kesehatan pekerja. Akibat yang ditimbulkan adalah kelelahan dan penyakit akibat suhu tinggi lainnya. Penderita yang paling banyak dilaporkan adalah pada industri yang menggunakan tungku sederhana untuk itu perlu upaya perlindungan tenaga kerjanya. pada sepuluh perusahaan pein bakaran gainping desa Karangtengah Kecainatan Wonosari Kabupaten Gunung hidcrl tahun 2001, dengan melibatkan 50 pekerja yang terpapar panas dari tiinghii pembakaran gamping . Penelitian ini dilakukan untuk meinbukikan dugaan bahwa tekanan panas pada area sekitar tungku dan bagian pengantongan perusahaan pembakaran gamping desa Karangtengah Wonosari berbeda. Selanjutnya dengan meli hat keadaan keluarnya keringat dan keluhan subyektif yang terjadi juga ingin diketahui apakah bekerja di area sekitar tungku memiliki resiko berbeda dibandingkan dengan bekerja di bagian pengantongan. Hasil analisis tekanan panas menunjukkan bahwa rata rata tekanan panas menurut ISBB di sekitar tungku (34,57'C) berbeda dengan bagian pengantongan (3 I .70°C) perbedaan tersebut secara statistik bermakna (t = 2,322,~ = 0.032). Rerdasarkan parameter tckanan panas dinyatakan kadarnya tclah mclcwati ambang batas. Rata-rata jumlah keluarnya keringat pekeja di sekitar tungku (0.5528 liter per 4 jam) sedang di bagian pengantongan (0.5604 liter per 4 jam), perbedaan ini secara statistik tidak bermakna (t = - 0.212 , p = 0.833). . h i berarti bahwa bekerja di sekitar tungku memiliki risiko yang sama dengan bekerja di pengantongan. Terjadinya keadaan ini diduga karena aklimatisasi sebelum kerja, kondisi kelembaban dan kecepatan gerak udara yang menguntungkan dan keluarnya keringat selain melalui kulit. Hasil penelitian tentang keluhan subyektif antara bekerja di sekitar tungku dan di bagian pengantongan rnenunjukkan angka korelasi yang bervariasi, panas yang dirasakan (X = 0.56) menunjukkan bahwa rasa sangat panas tidak hanya bersumber dari satu area disekitar tungltu saja. Sementara kondisi lelah setelah bekerja (X "simbol" 4.836) berarti bahwa bekeja di ke dua area memiliki risiko yang samaSedangkan tentang keluhan kulit gatal dan bercak merah memiliki risiko yang berbeda antara bekeja di sekitar tungku maupun di bagian pengantongan (Rasa gatal, X "simbol" = 0.203) dan keluhan kulit iecet (X "simbol" = 0.175) Kesimpulan: (1) 'Tekanan panas di dua area keja melebihi nilai ambang batas (2) Jumlah keluarnya keringdt di dua area tidak berbeda.(3) bekeja diselutar tungku dan di bagian pengantongan memiliki risiko yang sama dalam ha1 rasa panas,lelah dan pengamh pengamh seperti rasa gatal,kepala sulit digerakkan, kulit inudah lecet Penelitian ini merupakan suatu studi kasus serta kejang kejang.
A case study was conducted at 10 lime stone kiln industry in Karanbqengah Wonosari Gunungkidul in 2001, involving 50 workers that exposed by heat stress. Workers in lime stone kiln industry have risk to exposed by heat stress during work time. Level ofexposure it self vary between one worker to another. The objective of this study was to proved the estimate of the heat stress in the area around the stove was different with the area of container. The result concluded whether there any dit‘ferences as the risk working in the container area compared with working in the stove area by depending on the result of sweat and subjective complain. Analysis on the heat stress shows that the average of heat stress around the stove (34,57) is dil’terent with the container area (3 1.70) is statisticaly sibmilicant (t. = 2.322~~0.03f2ro)m ISBB standard. Based on that parameter, the heat stress has passed through the tresshold limit value.The sweat result is litle for an average workers, workers around the stove (0.552 litre per 4 hours) and worker around the container area (0.5604 litre per 4 hours) this deference is not signikicant ( t = - 0.2 12, p = 0.833) It means that the risk is same between working in the stove area and the container area.We disguised it caused by the aclimatitation before working humidity condition and the wind and excret dispose of water except of the skin The subjective complain between the stove area and the container area is correlated variously, the heat with X "symbol" = 0.56 value is correlated average, that means the heat as the hottes result not only from one area around the stove..And complain of fatique condition after working had X "symbol" =2.836, p = 0.092 value it means that working in high heat stress exposed had same risk. As the next result about skin disorder and red scared had X "symbol" = 0.203 and chaved skin had X "symbol" = 0.175 value, so the correlation is low, and its means that working in the high heat exposed had different spasm risk. The conclution is: (1)The heat stress has passed through the threshold limit value.(2)The sweat result is difyerent btween working in the stove area and the container area.And (3) the risk of subjective complain as hot, fatique, milliaria, red scared or chaved skin is same betwqen working around the stove and the container.
Kata Kunci : Kesehatan Kerja,Keringat,Tekanan Panas,Pembakaran Gamping