Laporkan Masalah

Pengaruh rehabilitasi diit terhadap peningkatan berat badan anak balita gizi kurang di Puskesmas Tikala Baru Manado

TANDIAYUK, Monica S, dr. Dradjat Boediman, MSc.,D.Med.SpAK

2002 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Kurang Energi Protein pada anak balita dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan fisik dan gangguan fungsional. Dalam kondisi tersebut akan sulit membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu agar seseorang bisa hidup sehat dan cerdas maka kebutuhan gizi harus terpenuhi. Perawatan anak yang baik hams diikuti dengan upaya pencegahan penyakit infeksi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh rehabilitas diit melalui PMT-P yang diberikan pada anak balita dengan gizi kurang (KEP) di Puskesmas Tikala Baru Kota Manado terhadap peningkatan berat badan anak balita. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan eksperimen kuasi pre-post test grup design. Lokasi penelitian di Puskesmas Tikala Baru kota Manado. Pengamatan dilakukan terhadap kenaikan berat badan anak balita sebelum perlakuan dan setiap 2 minggu sesudah perlakuan selama 12 minggu. Analisis data menggunakan uji X2, uji t-test dan anava. Hasil : Ada perbedaan yang bermakna (p<0,05) pada peningkatan berat badan anak balita pada setiap kali pengukuran setelah diberikan rehabilitasi diit melalui PMT-P di kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol Kesimpulan: Rehabilitasi diit pada anak balita yang mendapat PMT-P peneliti dibandingkan anak balita yang mendapat program PMT-P JPS-BK jauh lebih baik dalam rneningkatkan berat badan dan status gizi anak balita. Pengetahuan ibu mengenai makanan yang bergzi untuk anak balita berpengaruh terhadap kenaikan berat badan. Sikap dan praktek memberi makan yang baik dari ibu tidak berpengaruh terhadap kenaikan berat badan anak balita.

Background: Lack of nutrition among under-five-year-old children may affect their physical growth and function. That condition will make it hard to build quality human resources. Therefore, to make them live healthily and smartly, nutritional needs should be fulfilled. Good child treatment should be followed by efforts to prevent infectious diseases. Objectives: This study was aimed at finding out the effect of diet rehabilitation of children with poor nutrition in Manado as seen from the anthropometric aspect of weight and age. Methods: This was a quasi experimental study, with pre-post test group design. The location was in Tikala Baru Community Health Center in Manado. Observation was done on the weight increase among the children before treatment and every two weeks after treatment for 12 weeks. It was then analyzed using Anava 1-line mixed 1 factor. Results: The study showed that statistically diet rehabilitation showed significant different between the treatment group and control group (~0.05). Conclusion: Diet rehabilitation of under-five-year-old children who get PMT-P treatment are better compared to those who get PMT-P JPS.

Kata Kunci : Kesehatan Anak,Gizi Kurang,Rehabilitasi Diit,Berat Badan,Diet rehabilitation, food supplement- poor nutrition, under-five-yearold children


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.