Laporkan Masalah

Hubungan antara program revitalisasi dengan kinerja Posyandu di Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo

KURNIASIH, Sri, dr. Ali Ghufron Mukti, MSc.,PhD

2002 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara program revitalisasi dengan kineqa Posyandu. Had penelitian diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi peningkatan kineja Posyandu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan rancangan cross sectional. Subjek penelitian adalah Posyandu, kader dan ibu balita. Sampel diambil dengan teknik random sampling dituangkan pada cluster random sampling. Jumlah Sampel yang digunakan adalah 76 Posyandu, 258 kader dan 456 ibu balita, sedangkan wawancam mendalam selain pada kader dan ibu balita juga dilakukan pada tokoh masyarakat (anggota Pokjanal) dan tenaga kesehatan. Pengumpulan data menggunakan acuan observasi, kuesioner, dan wawancara mendalam. Variabel independen dalam penelitian ini adalah program revitalisasi Posyandu meliputi input dan proses. Input terdiri dari sarana fisik perlengkapan, sumber daya manusia, dan pendanaan. Sedangkan proses terdiri dari pengorganjsasian dan pelaksanaan kegiatan. Variabel dependen adalah kineja Posyandu yang merupakan output dari program revitalisasi. Analisis korelasi dan regresi menunjwn variabel input yang terdiri dari sarandperlengkapan mempunyai hubungan yang positif dan pengaruh yang bermakna (I= 0,576 ; B= 0,323 ; P < 0,05). Sumber daya manusia menunjukkan hubungan dengan pola berbanding terbalik dan mempunyai pengamh yang tidak bermakna (I= 0,379 ; B= - 0,0056 ; P > 0,05). Pendanaan hubungan yang positif dan pengaruh nyata (I= 0,408 ; B= 0,127 ; P < 0,05). Sedangkan variabel proses yang terdiri dari pengorganisasian mempunyai hubungan yang positif dan pengaruh yang bermakna (I= 0,099 ; B= 0,281 ; P < 0,05). Demikian pula pelaksanaan kegiatan mempunyai hubungan yang positif dan pengaruh yang bermakna (I= 0,540 ; B= 0,27 ; P < 0,05). Maka dari kelima parameter tersebut yang paling dominan berpengaruh pada program revitalisasi Posyandu adalah saramlperlengkapan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa input dan proses p r o m revitalisasi mempunyai hubungan yang positif dengan kineja Posyandu dan ada pengaruh yang signifikan. Semakin baik input dan proses dalam program revitalisasi maka kineja Posyandu akan semakin baik pula.

The objective of this study was to investigate the relationship between the revitalization programme and the performance of posyudu. The research results were expected to provide important information for improvement of posyundu's performance. The study used quantitative and qualitative approaches with a crossectional design. The study subjects were posyundu, cadre, and mother of children under five years old. Sample was taken by a random sampling technique and then were composed into cluster random sampling. Sample size were 76 of posyundu, 258 of cadre, and 456 of mother of children under five years old, whereas in-depth interview was conducted to cadre, mother of children under five years old, community figure (pokjunul personnel), and health officer. Data collection used guidelines of observation, questionnaire, and in-depth interview. Independent variables of this study were the revitalization programme of posyondu included input and process. Input consisted of physical facilitiesiequipment, human resources, and funding. On the other hatfd, processes consisted of organization and accomplishment of activities. Dependent variables were performance ofposyundu which was output of the revitalization programme. Correlation and regression analysis 'showed input variables which were consisted of facilitiesiequipment had a significant positive relationship (I= 0,576 ; B= 0,323; P < 0,05) Human resources showed a non significant negative relationship (I= 0,379 ; B= - 0,0056 ; P > 0,05). Funding had pbsitive relationshp and significant impact (I= 0,408 ; Br 0,127 ; P .c 0,05). Process variables which was consisted of organization had a poSitive relationship and also a significant impact (I=0,=09 9 ; B= 0,281; P < 0,05). Moreover, accomplishment activities had positive relationship and a significant impact (I= 0,540 ; B= 0,27 ; P < 0,05). So, the most dominant parameter of the five parameters on the revitalization programme of posyandu was facilitiedequipment. Therefore, it can be summarized that input and process of the revitalization programme had sigmficant positive relationship with performance of posyundu. It seems that the better input and process on the revitalization programme, the better performance ofposyundu.

Kata Kunci : Kesehatan Ibu dan Anak,Kinerja Posyandu,Revitalisasi,input, process, the revitalization programme, and the performance of posyandu


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.