Laporkan Masalah

Aspirasi Merumah (Housing Aspiration) Kelompok Muda Kawasan Perkotaan Yogyakarta

FARHAN ANSHARY, Prof. Ir. Sudaryono, M.Eng., Ph.D., IPU.

2021 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Penelitian ini berupaya untuk menginvestigasi bagaimana kelompok muda di Kawasan Perkotaan Yogyakarta beraspirasi terhadap kebutuhan merumah, terkhusus ketika suatu bentuk pemenuhan kebutuhan merumah yang umum diidealkan terlihat semakin sulit dicapai dan hidup semakin tidak pasti. Menggunakan konsep aspirasi merumah (housing aspiration), tulisan ini berusaha menyelidiki pertanyaan tersebut menggunakan pendekatan induktif kualitatif. Wawancara semi-terstruktur secara daring digunakan untuk mengumpulkan data dari 12 orang kelompok muda berusia 18-24 tahun yang dipilih menggunakan purposive sampling. Kelompok umur tersebut dipilih karena penelitian ini berfokus kepada kelompok muda yang kemungkinan besar tengah mengalami transisi dalam karier merumah. Temuan yang didapatkan menunjukkan bahwa partisipan beraspirasi terhadap kebutuhan merumah dengan mengartikulasikannya melalui keputusan bermigrasi, preferensi terhadap lokasi, bangunan, proses penguasaan, dan makna rumah bagi pribadi. Selain itu, dapat disimpulkan bahwa rumah tapak milik sendiri merupakan preferensi bentuk merumah yang mendominasi. Meskipun demikian, penilaian partisipan terkait kemungkinan tercapainya bentuk merumah tersebut berbeda-beda. Lebih jauh lagi, penelitian ini mengajak untuk memahami aspirasi merumah melalui kesamaan karakter jawaban yang diberikan ketimbang mencari kesamaan isi jawaban. Karakter jawaban tersebut adalah beragam, belum selesai, dan dapat ditinjau ulang. Di sisi lain, aspirasi tersebut tidak dapat dipisahkan dari aspirasi lainnya yang dimiliki oleh partisipan, seperti aspirasi untuk bekerja dan menjaga hubungan kekeluargaan. Di bagian akhir, penelitian ini mendiskusikan sejumlah pandangan terkait bagaimana kebijakan perumahan di Indonesia dapat dipikirkan ulang.

This research seeks to investigate how young people in Kawasan Perkotaan Yogyakarta (Yogyakarta Urban Area) aspire to housing needs, especially when an idealized form of housing is seemingly unattainable and life is increasingly uncertain. Drawing upon the concept of housing aspiration it inquires the question through an inductive qualitative approach. An online semi-structured interview was employed to gather data from twelve 18-24 years-old youths selected through purposive sampling. Such an age group is chosen as this research focuses on young people who are likely to experience transition in their housing career. The finding shows that the participants aspire to housing needs by articulating their decision to migrate, preferences towards locations, building, occupying process, household living arrangement, and personal meanings of house. It concludes that self-occupied landed housing is still a dominantly preferred form of housing. However, each participant assessed its attainability differently. Furthermore, this research suggests that it is better to understand the aspirations by characterizing the given responses rather than finding the exact similarity of meanings between responses. Those characters are diverse, yet to complete, and revisable. On the other hand, the aspirations are inseparable from other aspirations participants have, such as aspiration to employment and maintaining family relationship. In the end, this research discusses some insights on how the current Indonesian housing policy should be rethought.

Kata Kunci : aspirasi merumah, pemuda, pilihan merumah, kebijakan merumah, Yogyakarta, housing aspiration, housing choice, housing policy, Yogyakarta, youth

  1. S1-2021-394883-abstract.pdf  
  2. S1-2021-394883-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-394883-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-394883-title.pdf