Identifikasi dan Pemetaan Sense of Place Masyarakat Kotagede Melalui Penyelidikan Kualitatif dan Mental Map
NI`MATIN RAHMA, Irsyad Adhi Waskita Hutama, S.T., M.Sc.
2021 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAPerkembangan kota yang semakin pesat mendorong terjadinya pembangunan di berbagai daerah di Indonesia termasuk di Kota Yogyakarta. Perkembangan kota menjadi salah satu ancaman terkikisnya identitas kota termasuk identitas Kotagede sebagai kawasan bersejarah. Oleh karena itu, perlu adanya upaya-upaya pelestarian kawasan bersejarah khususnya di Kawasan Kotagede untuk tetap mempertahankan aspek fisik dan aspek kultural di dalamnya. Perencanaan berbasis komunitas dinilai menjadi metode yang paling cocok untuk diterapkan di Kotagede. Akan tetapi, perencanaan atau pelestarian berbasis komunitas memerlukan keterikatan yang tinggi antara masyarakat setempat dengan lingkungan tempat tinggalnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi perbedaan pemaknaan masyarakat Kotagede terhadap lingkungan tempat tinggalnya di lingkup Kawasan Kotagede. Penelitian ini menggunakan metode deduktif kualitatif dengan menggunakan dasar teori sense of place. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu sense of place masyarakat Kotagede berada pada tingkatan keterlibatan tempat, walaupun faktor-faktor yang membentuk identitas tempat, keterikatan tempat, dan ketergantungan tempat di masing-masing blok amatan berbeda-beda. Pada tingkatan tersebut masyarakat tidak hanya merasa menjadi bagian dalam lingkungan setempat tetapi mulai ikut memberikan aksi nyata dalam upaya pemeliharaan lingkungan setempat. Kondisi tersebut merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan dalam upaya-upaya pelestarian Kawasan Kotagede sehingga upaya pelestarian yang nantinya dilakukan dapat sesuai dengan nilai-nilai lokal masyarakat.
Nowadays, many cities in Indonesia have been growing rapidly, including Yogyakarta City. This phenomenon is one of the threats to the identity crisis of many areas, including Kotagede. Therefore, cultural heritage preservation is becoming an urgent concern, especially in Kotagede, to keep the cultural identity, history, and heritage of Kotagede. On the other hand, community-based planning is considered the most suitable method to implement in Kotagede. However, community-based planning requires strong attachment between the local community and the neighborhood they live. This research aims to identify the differences in the Kotagede community to interpret the place where they live. This deductive research employs qualitative data analysis methods formulated using the sense of place as the grand theory. This research�s results are the sense of place of the Kotagede community at the level of �involvement in place�, although there are many different factors that affect each observation block's sense of place. At this level of place, the local communities have a sense of belonging toward the place and begin to maintain the surrounding. To accommodate local community values in cultural heritage preservation, the stakeholders can maximize the potential of the Kotagede community's sense of place.
Kata Kunci : kotagede, place attachment, place dependence, place identity, sense of place