Hubungan status imunisasi dan frekuensi penimbangan dengan status gizi balita di Kabupaten Purworejo Jawa Tengah
MUTMAINNAH, Prof.dr. Mohammad Hakimi, Sp.OG.,PhD
2002 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatStatus gizi merupakan indicator kesehatan yang penting bagi anak usia di bawah lima tahun karena merupakan kelompok yang rentan terhadap kurang gizi. Kurang gizi menyerang hamper 40 persen dari seluruh anak di Negara berkembang. Secara nasional angka prevalensi KEP total menurut parameter BB/U adalah 23,1 persen, sedangkan di Propinsi Jawa Tengah angka prevalensi KEP total yaitu 20,1 persen. Di Kabupaten Purworejo tahun 2000 terdapat status gizi kurang pada balita sebanyak 8,9 persen. Kurang gizi disebabkan oleh banyak faktor, antara lain: konsumsi makanan, penyakit infeksi, status imunisasi dan penimbangan balita. Penelititan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status imunisasi, frekuensi penimbangan dengan status gizi balita di kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Jenis penelitian ini adalah survey dengan rancangan cross sectional. Subyek penelitian ini adalah umur 1 – 5 tahunsebanyak 150 anak. Teknik pengambilan sampel dengan cara multistage cluster random sampling. Analisis data kuantitatif dengan menggunakan uji chi-square dan regresi logistic. Hasil penelitian dengan analisis bivariate menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara status imunisasi, frekuensi penimbangan dengan status gizi balita (p>0,05). Konsumsi makanan yan gmerupakan variabel pengganggu mempunyai hubungan yang bermakna dengan status gizi balita (p<0,05). Sebagai kesimpulan adalah tidak ada hubungan yang bermakna antara status imunisasi dan frekuensi penimbangan dengan status gizi balita. Status gizi balita di Kabupaten Purworejo ini sangat dipengaruhi oleh konsumsi makanan anak balita
Available in Fulltext
Kata Kunci : Kesehatan Anak, Gizi Balita, Imunisasi, Frekuensi Penimbangan.