Laporkan Masalah

PENGGAMBARAN PEMBURUAN BINATANG PADA MASYARAKAT MASA JAWA KUNO (KAJIAN IKONOGRAFI CANDI BOROBUDUR)

CAROLINE SAFIRA D, Dwi Pradnyawan, S.S., M.A.

2021 | Skripsi | S1 ARKEOLOGI

Pemburuan binatang merupakan hasil kebudayaan yang sudah terbentuk dari masa kebudayaan prasejarah dan bertahan hingga masa kebudayaan modern. Bentuk-bentuk penggambaran pemburuan binatang menjadi menarik untuk diteliti. Salah satunya ialah bentuk penggambarannya pada relief candi. Candi Borobudur merupakan candi yang diperkirakan dibangun pada abad 9-10 M. Sebanyak 1.460 panil relief candi ini menggambarkan ajaran agama dan pesan moral dengan adaptasi kebudayaan masyarakat Jawa Kuno, menjadikan relief-relief candi ini sebagai cerminan dari sistem konteks masyarakat Jawa Kuno. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui penggambaran pemburuan binatang yang dilakukan oleh masyarakat Jawa Kuno melalui kajian ikonografi relief. Panil-panil relief Candi Borobudur diseleksi kemudian dicocokkan dengan sumber teks naratif . Hasil dari analisis tersebut ialah identifikasi panil relief yang menggambarkan pemburuan binatang. Selanjutnya, hasil identifikasi tersebut diklasifikasikan dan akhirnya diinterpretasikan dengan data-data tertulis mengenai masyarakat Jawa Kuno. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemburuan binatang masyarakat Jawa Kuno digambarkan pada panil relief secara eksplisit dan implisit. Terdapat beraneka ragam metode pemburuan binatang yang digambarkan berupa memerangkap, memanah, menombak, mengasapi, merebus, menulup, menggebuk, memukul dan melempar batu. Tokoh pemburu terdiri dari dua golongan yaitu golongan masyarakat penguasa dan masyarakat bawah. Pemburuan binatang tidak banyak disebutkan pada sumber-sumber tertulis. Namun, beberapa sumber tertulis seperti prasasti, inskripsi dan manuskrip menyebutkan beberapa hal terkait kegiatan pemburuan binatang yang dilakukan oleh masyarakat Jawa Kuno. Pemburuan binatang tercatat berlangsung hingga abad 15 M.

Animal hunting is a result of cultural process from prehistoric era that survives until this modern era. Forms of animal hunting becomes an interesting research topic. One of the main interesting topic is the depiction form in relief candi. Candi Borobudur is a candi that was assumed build in 9th-10th century. As many as 1.460 relief panels are depicting Buddhism teachings and moral education that was adapted to the local culture of ancient Javanese society. Thus, making those reliefs as a mirror of the system context of ancient Javanese people. The purpose of this research is to know the depiction of animal hunting that was done by ancient Javanese society using relief iconography. The relief panels of Candi Borobudur was selected using formal analysis and then to be matched with the literary sources. The results of the analysis is the identification of animal hunting depiction on reliefs. After that, those identifications were classified and interpreted with informations regarding the ancient Javanese society. The result of this research shows that animal hunting of ancient Javanese society was depicted explicitely and implicitly on reliefs. There were many varieties of animal hunting method that were depicted such as trapping, archery, throwing spear, burning smokes, boiling, shooting with a tulup, beating with a pentungan, punching and throwing rocks. The hunter is consisted by two main groups, the ruler society and the lower society. Animal hunting was not mention that many in written tradition. However, there were some written tradition such as prasasti, inscription and manuscript that mentioned a few things about animal hunting that was done by the ancient Javanese society. Animal hunting was recorded until the 15th century.

Kata Kunci : ikonografi, relief, berburu, formalisme

  1. S1-2021-399515-abstract.pdf  
  2. S1-2021-399515-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-399515-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-399515-title.pdf