Laporkan Masalah

Hubungan antara kepercayaan, sikap pengobatan suntik dengan intensi meminta suntik

PRIYANTO, Muchamad Agus, Dra. Sumarni DW., MKes

2002 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Pemakaian suntik dalam pengobatan di Kabupaten Gunungkidul sampai dengan tahun 2001 relatjf tinggi (16,6%), dalam kurun waktu 1996 sampai dengan 2001 terjah peningkatan. Hasil penelitian Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul menemukan bahwa perilaku meminta suntik oleh pasien merupakan penyebab tingginya pemakaian suntik di Puskesmas. Penelitian ini ditujukan untuk mengkaji : kepercayaan normatif, kepercayaan meminta suntik, sikap pengobatan suntik, sikap meminta suntik dan intensi meminta suntik serta hubungan dan pengaruh diantara kepercayaan, sikap dan intensi tersebut. Penelitian menggunakan rancangan cross-sectional dan menerapkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dilakukan di Kabupaten Gunungkidul. Sampel penelitian diambil dengan multistage sampling. Populasi adalah masyarakat Kabupaten Gunungkidul yang telah berusia 17 tahun. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mengumpulkan isu untuk menyusun kuesioner. Analisis menggunakan uji regresi untuk mengetahui hubungan dan pengaruh. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sebagian besar responden memiliki keyakinan bahwa lingkungan sosial menginglnkan untuk meminta sm,tik. Sebagian besar responden yakin atas konsekwensi keuntungan permintaan suntik. Namun demikian sebagian besar responden tidak mendukung keunggulan pengobatan suntik dibandmg pengobatan lain. Permintaan suntik ternyata juga tidak mendapat dukungan dari sebagian besar responden, demilaan pula dengan intensi meminta suntik. Hasil penelitian juga memperllhatkan bahwa terdapat hubungan dan pengaruh yang sigmfikan antara kepercayaan normatif dengan sikap meminta suntik, kepercayaan meminta suntik dengan sikap meminta suntik, sikap pengobatan suntik dengan sikap meminta suntik. Namun demikian gabungan antara kepercayaan meminta suntik,, sikap pengobatan suntik dan kepercayaan normatif temyata memiliki hubungan signifikan dan lebih erat terhadap sikap meminta suntik. Hubungan yang signifikan juga terlihat pada kepercayaan normatif, kepercayaan meminta suntik, sikap pengobatan dan sikap meminta suntik terhadap intensi meminta suntik. Gabungan antara kepercayaan normatif dan sikap meminta suntik temyata memiliki hubungan signifikan dengan keeratan hubungan yang Iebih tinggi terhadapiiintensi meminta suntik serta proporsi pengaruh dari setiap komponennya signifikan. Dapat disimpulkan bahwa sikap meminta suntik dan kepercayaan normatif berpengaruh kepada intensi meminta suntik. Namun demikian karena kepercayaan normatif merupakan determinan paling berpengaruh terhadap sikap meminta suntik maka dapat disimpulkan bahwa kepercayaan nonnatif merupakan faktor tidak langsung terpenting dari intensi meminta suntik. Peneliti memberikan saran untuk melakdcan ' upaya promosi yang komprehensif dengan memberikan perhatian lebrh kepada perbaikan kepercayaan normatif masyarakat dengan tidak mengesampingkan aspek sikap pengobatan dan kepercayaan meminta suntik dalam rangka mengubah intensi dan perilaku meminta suntik di masyarakat yang sejalan dengan subjek dari peneliitian ini.

The use of medicinal injection on Gunzmnghidul District is relatively high (16,6%), moreover, since 1996 - 2001 the number of injection use is raising. District Health Office research found that the highest injection use in primary health care was occurred cause of patient request. 731s research was aimed to investigate : normative belief, attitude toward medicinal injection, patient request belief, attitude toward patient request and intention for injection request. This research also investigate the relation and mfluence between : normative belief, athtude toward medicinal injection, patient request belief with attitude toward patient request; normative belief and attitude toward patient request with intention for injection request. This research use cross-sectional design with quantitative and qualitative approaches. Th~s research was located in Gimzingkidt~Dl istrict. The sample was chosen using multistage sampling. The population was Gtmigkidzml Distnct mhabitant at the age of more than 17* years old. Qualitative approach used to collecting issues to build questionnaire. Quantitative data was analyzed using multiple regression. The result of this research showed that greater part of the sample convinced that hisher social circle expected him / her to perform injection request; the greater part of sample convinced if injection request have a beneficial consequence. However, that greater part of sample did not support medicinal injection superiority, likewise attitude injection request and intention toward injection request. This research also showed that there was significant relationship and influence between normative belief with attitude toward injection request; injection request belief with attitude toward injection request; attitude toward medicinal injection with attitude toward injection request. However, normative belief, injection request belief and attitude toward meQcinal injection fbsion have more relationship tight and more significant influenced. The significant relationship and influence also occurred between : normatiGe belief, injection request belief, attitude toward medicinal injection, attitude toward injection ,' request with intension toward injection request. However, normative belief and attitude toward injection request fusion have more relationship tight, more significant duenced and have significant influenced proportion of each component. It can be conclude that attitude toward injection request and normative belief could influence intention for injection request. However, because of normative belief as the most component duenced to attitude toward injection request, so it can be conclude that normative belief is the most important indirect intention determinant. It was suggested to do treatment as comprehensive as improving the belief, attitude and intention with the respect to normative belief for inhabitant that in line with research setting and research subject.

Kata Kunci : Suntik, Kepercayaan, Sikap, Intensi, Injection, Belief, Attitude, Intention


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.