Laporkan Masalah

Pengaruh Gel Antijerawat Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L.) dan Review: Metode Evaluasi Histologis Kandidat Antijerawat terhadap Kulit Tikus

FIDE KRISDIARTI, Dr. apt. Indah Purwantini, M.Si.; Dr. drh. Retno Murwanti, M.P., Ph.D.

2021 | Skripsi | S1 FARMASI

Jerawat merupakan salah satu gangguan kulit yang ditandai dengan timbulnya peradangan dan salah satu penyebabnya adalah infeksi bakteri P.acnes. Ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) mempunyai aktivitas antiinflamasi. Ekstrak tersebut diformulasikan dalam sediaan antijerawat berupa gel. Uji aktivitas antiinflamasi berbagai kandidat antijerawat perlu dilanjutkan sampai evaluasi histologis dengan metode yang efisien. Dalam penelitian ini dilakukan uji aktivitas antiinflamasi secara in vivo dengan menginduksikan bakteri P.acnes secara intradermal ke daun telinga tikus kemudian dilakukan pengukuran ketebalan jerawat dengan jangka sorong. Uji ini menggunakan 4 kelompok uji, yaitu kelompok Benzolac®, gel ekstrak kulit buah manggis, basis gel, dan tanpa pengolesan. Persentase daya antiinflamasi rata-rata kelompok gel ekstrak kulit buah manggis pada hari ketiga yang diperoleh yaitu 34,80% ± 4,79%, nilai ini tidak berbeda signifikan dengan kelompok uji lainnya berdasarkan uji Tukey karena nilai signifikansinya lebih dari 0,05. Pencarian metode evaluasi histologis berbagai kandidat antijerawat yang efisien dilakukan dengan metode Narrative Review. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan 20 artikel ilmiah kemudian dibandingkan metode pengecatan dan objek pengamatannya. Pengecatan dengan menggunakan hematoksilin-eosin, imunohistokimia, dan imunofluorosensi serta pengamatan terhadap infiltrasi sel-sel peradangan, kelenjar sebaseus, dan granuloma dinilai menjadi metode yang paling efisien dalam evaluasi histologis suatu kandidat antijerawat.

Acne vulgaris is a skin disorder characterized by inflammation and one of the causes is P.acnes infection. Mangosteen rind extract (Garcinia mangostana L.) has anti-inflammatory activity. The extract is formulated in anti-acne preparations in the form of a gel. Anti-inflammatory activity tests of various anti-acne candidates need to be continued until histological evaluation with an efficient method. In this study, an in vivo anti-inflammatory activity test was carried out by inducing P.acnes intradermally into the earlobe of rats and then measuring the thickness of the acne with a caliper. This test used 4 test groups, namely the Benzolac®, the mangosteen rind extract gel, the base gel, and the non-rubbing group. The average percentage of anti-inflammatory power of the mangosteen rind extract gel group on the third day was 34.80% ± 4.79%, this value was not significantly different from the other test groups based on Tukey's test because the significance value was more than 0.05. The search for efficient histological evaluation methods of various anti-acne candidates was carried out using the Narrative Review method. This research was conducted by collecting 20 scientific articles and then comparing the staining method and the object of observation. Haematoxylin-eosin, immunohistochemical and immunofluorescence staining and observation of the infiltration of inflammatory cells, sebaceous glands, and granulomas are considered to be the most efficient method in the histological evaluation of an anti-acne candidate.

Kata Kunci : jerawat, P. acnes, gel antijerawat, ekstrak kulit buah manggis, evaluasi histologis.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.