Modal Sosial dan Kegiatan Filantropi (Studi atas Paguyuban Karya Salemba Empat Universitas Gadjah Mada)
FATMA AFRA`ATUZ ZAKIA AL AZIZAH, Dr. Muhamad Supraja, M.Si.
2021 | Skripsi | S1 SOSIOLOGIPenelitian mengenai Modal Sosial dan Kegiatan Filantropi ini mengambil konteks sebuah organisasi penerima beasiswa yaitu Paguyuban Karya Salemba Empat Universitas Gadjah Mada yang menjalankan kegiatan filantropi baik dalam bentuk karitas maupun pemberdayaan. Organisasi ini telah menggerakkan para mahasiswa penerima beasiswa khususnya untuk peduli terhadap persoalan yang dialami oleh masyarakat di tengah kendala finansial yang dimilikinya. Paguyuban KSE UGM menjalankan kegiatan filantropi melalui berbagai program kerja seperti program pengajaran bagi anak-anak, program bimbingan belajar gratis bagi siswa SMA, program desa binaan, dan masih banyak lagi program-program filantropi lainnya. Paguyuban KSE UGM terus menjalankan kegiatan filantropi dengan tujuan untuk membantu mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Teori yang digunakan untuk mengkaji penelitian ini adalah teori modal sosial yang diperkenalkan oleh Robert Putnam. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai proses produksi dan reproduksi modal sosial dalam kegiatan filantropi pada Paguyuban KSE UGM. Data dikumpulkan melalui proses wawancara, observasi, dan dokumentasi. Setelah semua data terkumpul dilakukan pengolahan data serta analisis data secara iterative approach atau berulang-ulang dan kemudian ditarik kesimpulan dari hasil analisis tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modal sosial yang terdiri dari norma, kepercayaan, dan jaringan diproduksi dan direproduksi dalam kegiatan filantropi melalui interaksi dan komunikasi yang terjalin secara intens di antara anggota serta melalui pembagian tugas yang terjadi saat kegiatan filantropi berlangsung. Modal sosial yang terus diproduksi dan direproduksi dalam kegiatan filantropi tidak hanya memberikan pengaruh yang signifikan bagi kelancaran kegiatan, akan tetapi juga mampu memperkuat identitas Paguyuban KSE UGM sebagai sebuah organisasi filantropi. Selain itu, dengan modal sosial Paguyuban KSE UGM dapat mencapai tujuan yang dimilikinya dan menginspirasi organisasi lain untuk menjalankan kegiatan filantropi di Yogyakarta.
This study on Social Capital and Philanthropic Activities takes the context of a scholarship recipient organization, namely Paguyuban Karya Salemba Empat Universitas Gadjah Mada (Paguyuban KSE UGM) which carries out philanthropic activities both in the form of charity and empowerment. This organization has mobilized scholarship recipient students to care about the problems experienced by society amidst their own financial constraints. Paguyuban KSE UGM carries out various philanthropic activities through programs such as teaching children, free tutoring programs for high school students, fostered village programs, and many other philanthropic programs. Paguyuban KSE UGM continues to carry out philanthropic activities with the aim of helping to educate the nation's life and participate in improving the welfare of society. The theory used in this study is the social capital theory introduced by Robert Putnam. The study was conducted using a qualitative method with a case study approach to gain an in-depth understanding of the production and reproduction process of social capital in philanthropic activities at Paguyuban KSE UGM. Data was collected through a process of interview, observation, and documentation. After all the data has been collected, data processing and data analysis are carried out in an iterative approach or by repetition and then conclusions are drawn from the results of the analysis. The results of this study indicate that social capital consisting of norms, beliefs, and networks is produced and reproduced in philanthropic activities through intense interactions and communication that exist among members and through the division of tasks that occur during philanthropic activities. The social capital that continues to be produced and reproduced in philanthropic activities not only has a significant influence on the smooth running of activities but is also able to strengthen the identity of Paguyuban KSE UGM as a philanthropic organization. In addition to that, with social capital, Paguyuban KSE UGM can achieve its goals and inspire other organizations to carry out philanthropic activities in Yogyakarta.
Kata Kunci : Filantropi, Modal Sosial, Organisasi