EFEK EKSTRAK KELOPAK BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdariffa L.) TERHADAP MOTILITAS SWARMING Pseudomonas aeruginosa ATCC 10145 IN VITRO
BULAN RAHMADANA H, Dr. drg. Alma Linggar Jonarta, M.Kes., Prof. Dr. drg. Regina TC. Tandelilin, M.Sc.
2021 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN GIGIPseudomonas aeruginosa merupakan bakteri oportunistik dan patogen, yang ditemukan pada saluran akar gigi yang nekrosis. Salah satu faktor virulensi bakteri P. aeruginosa adalah flagela dan pili tipe IV untuk melakukan motilitas swarming. Rosela (Hibiscus sabdariffa L) memiliki kandungan flavonoid dan turunannya berupa asam protocatechuic yang mengandung bahan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak rosela terhadap motilitas swarming bakteri P. aeruginosa ATCC 10145. Uji motilitas swarming bakteri P. aeruginosa ATCC 10145 dilakukan pada kelompok kontrol negatif, kelompok perlakuan berupa ekstrak kelopak bunga rosela konsentrasi 0,46% dan 1,87%, serta kelompok positif berupa antibiotik siprofloksasin. Seluruh kelompok diambil dan ditusukkan secara tegak lurus menggunakan ose pada semi-solid agar (bacto agar 0,5%), dan diinkubasi pada suhu 37�°C selama 48 jam. Motilitas swarming diukur pergerakannya pada panjang diameter tiga sisi pola pergerakan bakteri yang berbeda menggunakan jangka sorong. Analisis hasil uji Independent T-test menunjukkan nilai signifikan p=0,001 yang berarti bahwa terdapat perbedaan diameter zona motilitas antara konsentrasi 0,46% dan 1,87%, konsentrasi 1,87% lebih efektif menghambat motilitas swarming bakteri P. aeruginosa ATCC 10145. Hasil penelitian ekstrak kelopak bunga rosela konsentrasi 0,46% dan 1,87% menunjukkan kemampuan menghambat motilitas swarming P. aeruginosa ATCC 10145. Perlu dilakukan klarifikasi lebih lanjut untuk mendapatkan konsentrasi optimal bakteri P. aeruginosa ATCC 10145 dalam penghambatan motilitas swarming.
Pseudomonas aeruginosa is an opportunistic and pathogenic bacteria, were found in root canal of necrotic teeth. One of the virulence factors of P. aeruginosa is flagella and type IV pili to perform swarming motility. Rosella (Hibiscus sabdariffa L) contains flavonoid and its derivative such as protochatecuic acid contains antibacterial properties. The aim of this study was to determine the effect of rosella petals extract in the swarming motility of P. aeruginosa. Swarming motility tests of P. aeruginosa ATCC 10145 were carried out on negative control group, petals rosella extract concentrations of 0,46% and 1,87%, and positive control group such as ciprofloxacin. All groups were inoculated vertically into semi-solid agar (bacto agar 0,5%) for 48 hours. Swarming motility was done by measuring the diameter length of bacterial movement on the three sides patterns using a sliding caliper. The result of Independent T-test showed that there was significant difference between extract concentration 0,46% and 1,87%, concentration of 1,87% more effective to inhibit swarming motility of P. aeruginosa ATCC 10145. The result of this research is roselle petal extract with the concentrations of 0,46% and 1,87% showed the ability to inhibit swarming motility. However, the futher clarification is needed to obtain the optimal concentration of P. aeruginosa ATCC 10145 in swarming motility inhibition. �
Kata Kunci : rosela, flavonoid, motilitas swarming, Pseudomonas aeruginosa,roselle, flavonoid, swarming motility, Pseudomonas aeruginosa