Laporkan Masalah

Penghambatan Infeksi Rehmannia mosaic virus pada Chenopodium amaranticolor dengan Ekstrak Teh Pagilaran

NIADIARTHA CAHYA R, Prof. Dr. Ir. Susamto Somowiyarjo., M.Sc.

2021 | Skripsi | S1 PROTEKSI TANAMAN

Teh memiliki khasiat yang beragam baik untuk konsumsi, kesehatan maupun bahan kosmetik. Selain itu, teh telah diketahui berpotensi sebagai antiviral alami karena terdapat kandungan katekin di dalam daun teh. Pemanfaatan antiviral merupakan salah satu upaya pengelolaan penyakit yang disebabkan oleh virus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan antiviral dari ekstrak daun teh Pagilaran dalam menekan perkembangan infeksi Rehmannia mosaic virus (ReMV) berdasarkan perbedaan klon, jenis daun, dan waktu aplikasi. Tanaman indikator yang digunakan untuk tanaman model adalah Chenopodium amaranticolor H. J. Coste & A. Reyn. Klon teh yang digunakan berasal dari PT. Pagilaran, yaitu PS1, PGL12, dan PGL15. Jenis daun yang digunakan yaitu peko dan daun 3. Perlakuan antiviral dilakukan dengan mengaplikasikan ekstrak daun teh 3 hari sebelum, 3 hari sesudah, dan bersamaan dengan inokulasi ReMV dengan pengenceran 10-3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga klon tersebut dapat memperpanjang masa inkubasi dan memiliki daya hambat yang tinggi. Penggunaan peko maupun daun 3 menunjukkan hasil tidak berbeda nyata terhadap jumlah bercak dan daya hambat. Aplikasi antiviral yang dilakukan 3 hari sebelum dan bersamaan dengan inokulasi ReMV memiliki kecenderungan dalam menekan jumlah bercak akibat infeksi ReMV. Berdasarkan interaksi ketiga faktor tersebut, ekstrak peko klon PGL15 yang diaplikasikan bersamaan dengan inokulasi ReMV menunjukkan daya hambat paling tinggi yaitu mencapai 97,51%.

Tea has various properties both for health purpose and for cosmetic ingredients. In addition, tea has been known to have potential as a natural antiviral because it contains catechins in the tea leaves. Antiviral application is one way to control diseases caused by viruses. This study was aimed to determine the antiviral ability of Pagilaran tea leaf extract in suppressing the development of Rehmannia mosaic virus (ReMV) infection based on clones, leaf types, and application time. The indicator plant used to role plant was Chenopodium amaranticolor H. J. Coste & A. Reyn. The tea clones were obtained from PT. Pagilaran, namely PS1, PGL12, and PGL15. The types of leaves used were peko and the leaf number 3. Antiviral treatment was carried out by applying tea leaf extract 3 days before, 3 days after, and simultaneously with ReMV inoculation with a 10-3 dilution. The results showed that the three clones could prolong the incubation period and had hight inhibition. The used of peko and leaf number 3 showed insignificant differences in the number of spots and the inhibition. Antiviral applications carried out 3 days before and simultaneously with ReMV inoculation had a tendency to reduce the number of spots due to ReMV infection. Based on the interaction of the three factors, the PGL15 peko clone extract that was applied simultaneously with ReMV inoculation showed the highest inhibition, reaching 97.51%.

Kata Kunci : Teh, Antiviral, Rehmannia mosaic virus

  1. S1-2021-394263-abstract.pdf  
  2. S1-2021-394263-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-394263-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-394263-title.pdf