Laporkan Masalah

Pengaruh supervisi bidan atau suami untuk minum tablet Fe pada waktu ibu hamil terhadap status gizi bayi di Kabupaten Bantul

TOMASOA, Johanna, dr. Hamam Hadi, MS.Sc.D

2002 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Bayi berusia 0 – 12 bulan merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap masalah gizi kurang dan gangguan pertumbuhan. Bayi yang gizi kurang merupakan gambaran adanya ibu-ibu yang gizi kurang pada waktu hamil dan menyusui. Supervisi bidan atau suami pada ibu hamil yang mendapat suplementasi Fe secara harian, dapat meningkatkan kepatuhan minum tablet Fe, sehingga meningkatkan kadar Hb ibu hamil dan menurunkan angka berat bayi lahir rendah. Status Fe bayi (sebagai salah satu faktor pertumbuhan) sangat tergantung pada kadar Hb ibu hamil. Apakah supervise bidan atau suami tersebut akan mempunyai dampak pad arata-rata status gizi bayi umur 4 – 6 bulan? Tujuan penelitian: Untuk mengetahui pengaruh supervise bidan atau suami dalam minum tablet Fe pada waktu ibu hamil, terhadap perbedaan rata-rata status gizi bayi umur 4-6 bulan. Rancangan penelitian: Quasy Experiment Non Equivalent Control Group Design. Subyek adalah bayi yang berumur 4-6 bulan, yang ibunya waktu hamil disupervisi bidanatau suami dalam minum tablet Fe. Tempat penelitian di Kabupaten Bantul. Pengukuran antropometri dilakukan terhadap berat badan dan panjang badan bayi. Indikator antropometri melalui nilai Zskor pada berat badan menurut umur (BB/U), panjang badan menurut umur (PB/U), dan berat badan menurut panjang badan (BB/PB). Asupan zat gizi bayi dan konsumsi makanan ibu diperoleh menggunakan metode food frekuensi. Untuk mengetahui perbedaan rata-rata status gizi bayi antara yang disupervisi bidan atau suami dengan yang tidak disupervisi menggunakan uji Anova, sedangkan untuk melihat pengaruhnya menggunakan uji regresi. Hasil penelititan: Bayi yang ibunya pada waktu hamil mendapat supervise bidan atau supervisi suami mempunyai rata-rata status gizi WAZ lebih tinggi pada umur 5-6 bulan darpada yang tidak disupervisi. Perbedaan tersebut bermakna secara statistic (P<0,05) pada saat bayi berumur 6 bulan antara supervise suami dengan yang tidak disupervisi. Bayi yang ibunya pada waktu hamilmendapat supervise bidan atau supervisi suami mempunyai rata-rata status gizi HAZ lebih tinggi pada umur 5-6 bulan daripada yang tidak disupervisi. Perbedaan tersebut bermakna secara statistic (P<0,05) pada saat bayi berumur 6 bulan antara supervise bidan dengan yang tidak disupervisi. Bayi yang ibunya pada waktu hamil mendapat supervise suami mempunyai rata-rata status gizi WHZ lebih tinggi pada umur4-6 bulan daripaa yang tidak disupervisi. Perbedaan tersebut bermakna secara statistik (P<0,05) pada saat bayi berumur 4 dan 6 bulan antara supervise suami dengan supervisi bidan. Kesimpulan: Supervisi suami atau supervise bidan lebih bail daripada yang tidak disupervisi terhadap rata-rata status gizi bayi (WAZ dan HAZ).

Available in Fulltext

Kata Kunci : Gizi Bayi, Supplementasi Tablet Fe, Supervisi Bidan dan Suami, Nutritional status, growth faltering, mid-wife and husband supervision, iron supplementation, infant.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.