Pembimbingan dan Pengawasan Anak yang Mendapatkan Pembebasan Bersyarat Dimasa Pandemi COVID-19 oleh Balai Pemasyarakatan Kelas I Yogyakarta
KRISMA JENY PUTERI, Niken Subekti Budi Utami, S.H., M.Si.
2021 | Skripsi | S1 HUKUMPenelitian hukum ini memiliki tujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembimbingan dan pengawasan Klien Anak pembebasan bersyarat dimasa pandemi COVID-19 oleh Balai Pemasyarakatan Kelas I Yogyakarta beserta kendalanya. Jenis Penelitian ini adalah penelitian hukum normatif-empiris yang menggunakan data sekunder dari penelitian kepustakaan dan data primer dari wawancara dengan responden serta narasumber yang berkaitan dengan objek penelitian. Penelitian ini bersifat deskriptif dan analisis data menggunakan deskriptif-kualitatif untuk menjawab permasalahan dalam penulisan hukum ini. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pembimbingan dan pengawasan dimasa pandemi COVID-19 dilaksanakan dengan cara daring, kecuali bimbingan kemandirian yang mengombinasikan antara daring dan luring. Kendala yang dialami semakin kompleks karena muncul kendala-kendala baru seperti tidak bisa bertemu langsung dengan Klien sehingga mengurangi ikatan antara Pembimbing Kemasyarakatan dengan Klien Anak, komunikasi yang kurang lancar, waktu bimbingan yang lebih singkat, dan berkurangnya kesempatan untuk mengonfirmasi informasi Klien Anak.
This legal research aims to know how the counselling and supervising of children who received parole during COVID-19 pandemic by Balai Pemasyarakatan Kelas I Yogyakarta and to find out the obstacle of it. The type of this legal research is a normative-empirical legal research which used secondary data from literature research and primary data from interview with respondents and interviewees related to the object of this legal research. The research is descriptive and the data analyzed using a descriptive-qualitative to answer problems in this legal research. Based on the research results, it was found that the counselling and supervising during COVID-19 pandemic was carried out online. Except for self-reliance counselling which is implemented with a combination between online and offline. The obstacles are more complex than before because there is a new obstacles like the community mentors can not met client directly and it is reduce their relationship, communication can not go well, the time for counselling more shorter, and less chance to make a confirmation about client information.
Kata Kunci : Pembimbingan dan Pengawasan, Pembebasan Bersyarat, Klien Anak, Balai Pemasyarakatan Kelas I Yogyakarta/counselling and supervising, parole, child client, Balai Pemasyarakatan Kelas I Yogyakarta