Laporkan Masalah

Aplikasi Sistem Informasi Geografi untuk Pemetaan Perkiraan Harga Lahan di Kecamatan Temon Kabupaten Kulonprogo

TRIFON PRIHADI, Drs. Zuharnen, M.S

2021 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI

Pembangunan fasilitas umum Bandara Internasional Yogyakarta dan rencana perpindahan Ibukota Kabupaten Kulonprogo di Kecamatan Temon mengakibatkan terjadinya perubahan harga lahan yang mengalami peningkatan. Sehingga diperlukan monitoring dengan citra resolusi tinggi SPOT 6. Tujuan penelitian ini yaitu (1) Pemetaan harga lahan di Kecamatan Temon menggunakan integrasi data Penginderaan Jauh dan teknologi Sistem Informasi Geografi. (2) Parameter yang berpengaruh terhadap harga lahan seperti penggunaan lahan, aksesibilitas positif & negatif, fasilitas umum, fasilitas umum di Kecamatan Temon. Metode penelitian yang digunakan interpretasi visual secara digital on screen pada Citra SPOT 6 dengan pendekatan kuantitatif berjenjang tertimbang melalui proses buffer, overlay, dan scoring (pengharkatan). Interpretasi citra dilakukan untuk memperoleh parameter-parameter perkiraan harga lahan diantaranya parameter penggunaan lahan, aksesibilitas positif, aksesibilitas negatif dan fasilitas umum yang kemudian dianalisis overlay. Hasil analisis overlay tersebut yang menghasilkan persebaran peta perkiraan harga lahan. Peta penggunaan lahan diperoleh dari hasil interpretasi citra dan survei lapangan. Peta aksesibilitas lahan positif diperoleh berdasarkan hasil analisis buffer terhadap kelas jalan (arteri, kolektor, dan lokal), kantor pemerintahan, dan fasilitas pendidikan. Peta aksesibilitas lahan negatif diperoleh dari hasil analisis buffer terhadap kuburan, rel kereta api, sumber polusi, dan sungai. Peta kelengkapan utilitas umum diperoleh dari interpretasi visual dan data Inageoportal diantaranya fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, dan fasilitas ibadah. Setiap parameter perkiraan harga lahan diberikan harkat (scoring) berdasarkan pengaruhnya terhadap harga lahan. Analisis terakhir ialah overlay dari setiap parameter estimasi harga lahan sehingga menghasilkan peta estimasi harga lahan. Berdasarkan hasil survei lapangan yang diketahui bahwasanya harga lahan di Kecamatan Temon terdapat lahan yang tidak dapat di jual belikan secara umum yaitu lahan Paku Alam Ground (PAG) yang lokasinya berada di dusun siwates dan dusun girigondo di Kelurahan Kaligintung dan juga terdapat lahan keraton yogyakarta atau sultan ground (SG) yang dikelola kesultanan yogyakarta. Model Harga lahan yang diperoleh pada kelas harga sangat tinggi (Rp. 2.000.000 - Rp. 5.000.000/m2) tepatnya berada di sekitar pintu masuk Bandara Internasional Yogyakarta, selanjutnya kelas harga lahan tinggi (Rp. 1.000.000 - Rp. 2.000.000/m2) berada di perbatasan Kelurahan Temon Kulon dan Kalidengen, kemudian kelas harga lahan Sedang (Rp. 500.000 - Rp. 1.000.000/m2) berada di Kelurahan Karangwuluh dan Kedundang, dan untuk kelas harga lahan Rendah (Rp. 200.000 - Rp. 500.000/m2) berada di perbukitan dekat dengan perbatasan kecamatan Kokap.

The construction of Yogyakarta International Airport has experienced changes in land prices as well as a plan to the capital of Kulonprogo Regency in Temon District. This results in an increase in land price changes, so that monitoring with high-resolution Spot 6 image is needed. The purpose of this research is (1) Mapping land prices in Temon District using integration of Remote Sensing data and Geographic Information System technology. (2) Parameters that affect the land price of each map result, such as land use maps, positive & negative accessibility, public facilities, maps before field surveys, maps after field, and land price estimation maps in Temon District. The research method used is digital on-screen visual interpretation of high-resolution images with a weighted tiered quantitative approach through a process of buffering, overlaying, and scoring. The estimation of each parameter used, such as land use, positive accessibility, negative accessibility and public facilities, which is then analyzed overlay all price parameters using a weighted tiered quantitative approach by adding the factors of land use, positive accessibility, and completeness of public utilities and minus negative accessibility factors. The results of the overlay analysis produce the distribution of the estimated map of land prices. Based on the results of the field survey, it is known that the price of land in Temon District, there is land that cannot be traded in general, namely the Paku Alam Ground (PAG) land which is located in Siwates and Girigondo hamlets in Kaligintung Village and there is also Yogyakarta or Sultan Palace land. ground (SG) which is managed by the Yogyakarta Sultanate. Model The land price obtained is in the very high price class (Rp. 2,000,000 - Rp. 5,000,000/m2) to be precise around the entrance to Yogyakarta International Airport, then the high land price class (Rp. 1,000,000 - Rp. 2,000,000/m2) is on the border of Temon Kulon and Kalidengen Villages, then the Medium land price class (Rp. 500,000 - Rp. 1,000,000/m2) is in Karangwuluh and Kedundang, and for the Low land price class (Rp. 200,000 - Rp. 500,000m2) is at hills close to the Kokap sub-district border

Kata Kunci : Harga Lahan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.