Laporkan Masalah

Perbandingan Tinggi Wajah Anterior Jaringan Keras Pada Maloklusi Angle Klas I Antara Laki-laki dan Perempuan Deutero Melayu

MAULIDA FIKY MAHENDRATA, drg. Christnawati, M.Kes., Sp.Ort.(K) ; drg. Yanuarti Retnaningrum, Sp. Ort.

2021 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN GIGI

Analisis tinggi wajah anterior dapat membantu klinisi mengevaluasi permasalahan vertikal wajah individu yang mempengaruhi penentuan rencana perawatan ortodonti dalam menentukan keharmonisan bentuk wajah. Data tinggi wajah anterior pada masyarakat Indonesia khususnya sub-ras Deutero Melayu pada kenyataanya masih sangat terbatas. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan tinggi wajah anterior atas, bawah, dan total jaringan keras pada maloklusi Angle Klas I antara laki-laki dan perempuan. Penelitian ini dilakukan pada 5 sefalogram lateral laki-laki dan 26 sefalogram lateral perempuan subjek orang sub-ras Deutero Melayu dengan kriteria usia 18-25 tahun, maloklusi Angle Klas I tanpa malposisi gigi serta gigi sudah erupsi sempurna hingga molar kedua permanen, dan tidak memiliki kebiasaan buruk seperti thumb sucking, night grinding, tongue thrusting, dan nail biting. Pengukuran tinggi wajah anterior dilakukan dengan aplikasi DBSWIN. Data pengamatan dianalisis menggunakan uji independent t-test. Hasil uji independent t-test tinggi wajah anterior atas, bawah dan total antara laki-laki dan perempuan pada maloklusi Angle kelas I orang Indonesia terdapat perbedaan yang tidak signifikan (p>0.05). Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan tinggi wajah anterior atas, bawah dan total antara laki-laki dan perempuan pada maloklusi Angle kelas I sub-ras Deutero Melayu.

Measurement of the anterior facial height can help clinicians evaluate individual facial vertical problems that affect the determination of orthodontic treatment plans in determining facial harmony. Data on anterior facial height in Indonesian society, especially the Deutero Melayu sub-race, are in fact still very limited. The aim of this study was to compare the height of the upper, lower and total anterior facial height on hard tissue in Angle Class I malocclusion between males and females. This study was performed on 5 males and 26 females lateral cefalograms of the Deutero Malay sub-race with inclusion criteria such as 18-25 years, Angle Class I malocclusion without malposition of teeth and already fully erupted until the secondary molar permanent, and having no bad habits such as thumb sucking, night grinding, tongue thrusting and nail biting. The measurements of anterior facial height were measured by using DBSWIN software. The result were analyzed using independent t-test. The results of the independent t-test for upper, lower and total anterior facial height between men and women in Class I Angle malocclusion of Indonesians were insignificant (p> 0.05). Conclusion: There is no differences in the upper, lower and total anterior facial height between males and females in class I Malocclusion of Deutero Melayu sub-race.

Kata Kunci : anterior facial height, gender, class I Angle's malocclusion, Deutero Melayu sub-race

  1. S1-2021-412376-abstract.pdf  
  2. S1-2021-412376-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-412376-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-412376-title.pdf