Maskulinitas dan Femininitas dalam Konten Music Video (MV) Reaction oleh K-Pop Fanboy di YouTube
DZULFIKAR U. AL AZKA, Sidiq Hari Madya, S.Sos., M.Sc.
2021 | Skripsi | S1 SOSIOLOGIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bagaimana representasi maskulinitas dan femininitas yang ditampilkan di dalam konten MV reaction di kanal YouTube Alphiandi, (2) bagaimana reaksi dari konten MV reaction tersebut menunjukan stereotip gender dari audiens K-Pop fanboy. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan metode netnografi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pengumpulan data arsip (archival data), sehingga penulis tinggal menyalin data yang sudah tersedia dan termediasi oleh komputer. Sedangkan untuk teknik analisis data adalah 1) pengkodean, 2) abstraksi, 3) membandingkan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa: (1) terdapat representasi maskulinitas yang ditunjukan oleh K-Pop fanboy yang memiliki kecenderungan stereotipikal untuk mempertahankan standar maskulin yang berlaku di masyarakat. Serta terdapat representasi femininitas yang menempatkan perempuan dalam stereotip ideal dari perempuan itu sendiri seperti bagaimana perempuan dituntut untuk harus cantik, anggun, menawan, dan tampil prima. (2) Stereotip gender terhadap K-Pop idol laki-laki memperlihatkan bahwa terjadi upaya di dalam mengembalikan otoritas pendefinisian gender ke ranah biologi yang mereduksi nilai dari seorang laki-laki semata hanya pada kejantanannya. Serta untuk K-Pop idol perempuan mengalami bentuk objektifikasi dan subordinasi dari K-Pop fanboy yang menunjukan superioritas laki-laki terhadap perempuan, sehingga melanggengkan ketimpangan gender di dalamnya.
The present study was aimed to determine (1) the representations of masculinity and femininity in reaction MV on Alphiandi's YouTube channel, (2) how the reaction of the MV reaction displays the gender stereotype of K-Pop fanboy audience. The present study was a descriptive qualitative research which used netnographic method. The data collection technique was archival data collection technique, so the author copied available data and was mediated by computer. The data analysis techniques were 1) coding, 2) abstraction, 3) comparison. The research results showed that: (1) there was representation of masculinity displayed by K-Pop fanboy who had stereotypical tendencies, to maintain the standard of masculinity in the society. There was also representation of femininity which put women in the ideal female stereotype, such as demanding women to be beautiful, graceful, attractive, and in top condition. (2) Gender stereotype on male K-Pop idols showed efforts to return the authority of gender definition to biology, reducing the value of a man to his "maleness". Meanwhile, female K-Pop idols were objectified and subordinated by K-Pop fanboy who displayed men's superiority over women, therefore reinforcing gender inequality in it.
Kata Kunci : maskulinitas, femininitas, stereotipikal, ketimpangan gender, K-Pop.