Laporkan Masalah

Analisis Keberlanjutan Agrowisata sebagai Sarana Konservasi Tanaman Apel di Kota Batu

ANISA SATIVA F, Prof. Dr. M. Baiquni, M.A.; Dr. Ir. Dina Ruslanjari, M.Si.

2021 | Tesis | MAGISTER ILMU LINGKUNGAN

Agrowisata mampu mengakomodasi potensi pariwisata dan pertanian yang menjadi dua sektor unggulan di Kota Batu. Selain itu, agrowisata merupakan bentuk wisata yang selaras dengan konsep pariwisata berkelanjutan. Fungsi lingkungan, ekonomi, dan sosial budaya yang terkandung dalam agrowisata dinilai mampu berperan positif terhadap kelestarian tanaman apel melalui usaha pertanian. Apel yang menjadi tanaman khas Kota Batu semakin menurun produksi dan produktivitasnya akibat alih fungsi lahan pertanian, konversi tanaman budi daya, dan penurunan kualitas tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis indeks, status, dan atribut sensitif yang memengaruhi keberlanjutan agrowisata sebagai sarana konservasi tanaman apel. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan Rap-Agro dengan algoritme Multidimensional Scaling (MDS). Analisis sensitivitas melalui laveraging digunakan untuk menunjukkan atribut yang paling berpengaruh terhadap objek kajian penelitian. Atribut sensitif digunakan untuk merumuskan langkah perbaikan untuk meningkatkan indeks dan status keberlanjutan agrowisata sebagai sarana konservasi tanaman apel di Kota Batu. Hasil penelitian menunjukkan nilai indeks keberlanjutan multidimensi sebesar 68,29% dengan status cukup berkelanjutan. Secara parsial, nilai indeks dimensi lingkungan sebesar 64,1% dan 73,65% untuk dimensi sosial budaya, keduanya memiliki status cukup berkelanjutan. Nilai indeks dimensi ekonomi sebesar 95,80% dengan status sangat berkelanjutan. Sementara itu, dimensi pengelolaan objek wisata berstatus kurang berkelanjutan dengan nilai indeks sebesar 26,10%. Terdapat 8 atribut sensitif yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan nilai indeks dan status keberlanjutan agrowisata sebagai sarana konservasi tanaman apel di Kota Batu, yakni atribut pengelolaan limbah, varietas apel, keuntungan usaha pertanian, atraksi budaya bertani, komisi agrowisata, koordinasi antar stakeholder, peraturan agrowisata, dan inventarisasi aset.

Agro-tourism is able to accommodate the potential for tourism and agriculture which are the two leading sectors in Batu City. In addition, agro-tourism is a form of tourism that is in line with the concept of sustainable tourism. The environmental, economic and sociocultural functions contained in agrotourism are considered to be able to play a positive role in the sustainability of apple plants through agricultural business. Apples, which is a typical plant of Batu City, has decreased production and productivity due to conversion of agricultural land, conversion of cultivated plants, and a decrease in soil quality. The purpose of this study was to analyze the index, status, and sensitive attributes that affect the sustainability of agro-tourism as a means of conserving apple plants. This research uses descriptive qualitative and quantitative methods. The Data was collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation. The research data analysis is using Rap-Agro with Multidimensional Scaling (MDS) algorithm. Sensitivity analysis through laveraging is used to show the attributes that most influence the research object. Sensitive attributes are used to formulate corrective measures aimed at increasing the index and sustainability status of agro-tourism as a means of preserving apple plants in Batu City. The results showed that the multidimensional sustainability index value was 68.29% with a fairly sustainable status. Partially the index values for the environmental dimensions are 64.1% and 73.65%; for the socio-cultural dimension, both of them have a fairly sustainable status. The economic dimension index value is 95.80% with very sustainable status. Meanwhile, the dimension of management of tourism objects with less sustainable status has an index value of 26.10%. There are 8 sensitive attributes that need to be improved to increase the index value and sustainability status of agro-tourism as a means of preserving apple plants in Batu City, such as attributes of waste management, tea varieties, agricultural business benefits, farming cultural attractions, agro-tourism commissions, coordination between stakeholders, agro-tourism regulations, and asset inventory.

Kata Kunci : keberlanjutan, agrowisata, apel, konservasi, Kota Batu

  1. S2-2021-435072-abstract.pdf  
  2. S2-2021-435072-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-435072-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-435072-title.pdf