Laporkan Masalah

Pengaruh Keberdayaan Perempuan dalam Usaha Ternak Sapi Perah Terhadap Imbal Hasil Usaha Ternak Rumah Tangga: Studi Kasus Kec. Tegalombo, Kab. Pacitan, Jawa Timur

AHMAD SYAHRUL FAUZI, Prof. Catur Sugiyanto, M.A., Ph.D

2021 | Tesis | MAGISTER SAINS ILMU EKONOMI

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh tingkat keberdayaan perempuan dalam usaha ternak terhadap imbal hasil usaha ternak sapi perah yang dilakukan oleh rumah tangga di Kec. Tegalombo, Kab. Pacitan, Jawa Timur. Indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat keberdayaan perempuan dalam usaha ternak adalah Women Empowerment Livestock Index (WELI), sedangkan metode analisis yang digunakan untuk mengestimasi pengaruh keberdayaan perempuan terhadap imbal hasil usaha ternak rumah tangga adalah metode estimasi Ordinary Least Square (OLS) dan Two Stage Least Square (2SLS). Berdasarkan hasil survei yang dilakukan terhadap 136 rumah tangga yang memiliki usaha ternak sapi perah di Kec. Tegalombo, penelitian ini menemukan bahwa rata-rata nilai WELI adalah sebesar 0.723 dengan nilai maksimum 0.944 dan nilai minimum 0.167, kemudian terdapat 42 perempuan yang memiliki nilai WELI diatas 0.8. Nilai WELI diatas 0.8 menunjukkan bahwa perempuan memiliki tingkat keberdayaan yang tinggi dalam usaha ternak sapi perah yang dilakukan oleh rumah tangga. Hasil estimasi 2SLS menunjukkan bahwa tingkat keberdayaan perempuan secara signifikan meningkatkan imbal hasil usaha ternak sapi perah yang dilakukan oleh rumah tangga, secara konsisten tingkat keberdayaan perempuan mampu meningkatkan imbal hasil usaha ternak sapi perah baik dalam bentuk jumlah susu yang dihasilkan dalam satu hari ataupun pendapatan dari hasil usaha ternak dalam satu bulan.

This study aims to analyze the effect of women empowerment in livestock on the yield of household dairy farming business in Tegalombo District, Pacitan Regency, East Java. The indicator used to measure the level of women empowerment in livestock is Women Empowerment Livestock Index (WELI), while the method used to estimate the effect of women's empowerment on household dairy farming returns is Ordinary Least Square (OLS) and Two Stage Least Square estimation (2SLS). Based on the results of a survey on 136 households dairy farming in Tegalombo, this study found that the average value of WELI was 0.723 with a maximum value is 0.944 and a minimum value is 0.167, then there were 42 women who had a WELI value above 0.8. A WELI value above 0.8 indicates that women have a high level of empowerment in the household dairy farming business. The result of 2SLS estimation shows that the level of women empowerment significantly increases the returns on household dairy business, consistently the level of women empowerment is increasing the returns on household dairy farming both in the form of the amount of milk produced in a day or the income from household dairy farming business in a month.

Kata Kunci : keberdayaan, perempuan, usaha ternak, sapi perah, WELI, 2SLS

  1. S2-2021-437113-abstract.pdf  
  2. S2-2021-437113-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-437113-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-437113-title.pdf