Analisis Prediksi Fiscal Distress pada Pemerintah Kabupaten dan Kota di Indonesia Tahun 2015-2019 (Modifikasi Model Trussel dan Patrick (2009))
INTAN SYAFIA, Dr. Hardo Basuki, M.Soc., Sc., CSA., CA, ACPA
2021 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini menguji model Trussel dan Patrick (2009) yang telah dimodifikasi dalam menjelaskan fiscal distress pada pemerintah daerah di Indonesia. Secara empiris, penelitian ini akan menganalisis, menginvestigasi, dan memprediksi apakah pemerintah daerah tersebut mengalami fiscal distress dan faktor apa yang menentukan terjadinya fiscal distress. Penelitian ini menggunakan variabel yang sama pada model Trussel dan Patrick (2009) dengan modifikasi tertentu, yaitu konsentrasi pendapatan, pinjaman daerah jangka panjang, dan sumber daya entitas (pemerintah daerah). Dengan menggunakan sampel penelitian sebanyak 2400 pemerintah daerah kabupaten dan kota tahun 2015-2019, model modifikasi Trussel dan Patrick cukup memadai dalam menjelaskan fiscal distress pada pemerintah kabupaten dan kota di Indonesia. Penelitian ini menemukan bahwa kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai persentase terhadap total pendapatan, besaran pendapatan, dan pertumbuhan pendapatan memiliki pengaruh dalam mengurangi kemungkinan terjadinya fiscal distress. Pemerintah daerah dengan status level kabupaten dan pemerintah daerah kabupaten dan kota yang berada di luar Jawa tidak memiliki perbedaan dalam menghadapi risiko fiscal distress dibandingkan dengan yang berstatus pemerintah kota dan berada di Pulau Jawa. Sementara itu, 3 variabel lain yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Dana Alokasi Umum (DAU), dan pinjaman daerah jangka panjang tidak mendukung hipotesis yang telah ditetapkan.
This research examines the modified model of Trussel and Patrick (2009) in explaining fiscal distress in local government in Indonesia. Empirically, this research will analyze, investigate, and predict whether the local government suffer from fiscal distress and what factors determine the occurrence of fiscal distress. The model in this research uses the same variables with a modification as used in the model of Trussel and Patrick (2009), i.e. revenue concentration, longterm debt, and local government resources. Using the sampel consist of 2400 local government in 2015-2019, the Trussel and Patrick modified models are quite adequate in explaining fiscal distress in Indonesia. The result found that an increase in local revenue (PAD) as a percentage of Total Revenue, Size, and Growth have the influences in reducing the likelihood of fiscal distress. Local government with status level on District and located outside Java Island do not have differences in suffer fiscal distress than the local government with status level on Municipal and located in Java Island. However, the three others variable in this model,Deneral Allocation Fund (DAU) and Long Term Debt did not support our hypothesis.
Kata Kunci : Fiscal Distress, Desentralisasi Fiskal, Model Trussel dan Patrick, Pemerintah Daerah, fiscal distress, fiscal decentralization, model of Trussel and Patrick, local government