Faith-Based Organization dan Diplomasi Kemanusiaan: Muhammadiyah dalam Kasus Konflik Rohingya Tahun 2017
RIFKA NAHAROTUL F, Dr. Dafri Agussalim, M.A
2021 | Tesis | MAGISTER ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALPada tahun 2017, konflik yang melibatkan militer Myanmar dengan etnis Rohingya kembali membara. Situasi memburuk ketika Myanmar kemudian menutup akses kemanusiaan dari dunia internasional. Berbagai respon muncul dari komunitas internasional terkait konflik yang terulang lagi, tidak terkecuali Muhammadiyah. Muhammadiyah sebagai Faith-Based Organization yang ruh filantropinya sejalan dengan prinsip kemanusiaan kemudian segera memasang strategi dengan melakukan dialog, koordinasi, negosiasi, dan diplomasi kepada pihak internal dan eksternal guna merespon genting dan sulitnya situasi konflik di Myanmar agar dapat diberi akses kemanusiaan. Tesis berjudul “Faith-Based Organization dan Diplomasi Kemanusiaan: Muhammadiyah dalam Kasus Konflik Rohingya 2017†ini dibuat untuk mengetahui strategi yang dipilih Muhammadiyah dan implementasinya di lapangan dalam menghadapi kompleksitas situasi saat itu. Penelitian ini menggunakan konsep diplomasi kemanusiaan dan soft diplomacy. Kedua konsep tadi digunakan untuk menganalisa strategi Muhammadiyah hingga akhirnya dapat menembus blokade Myanmar terhadap uluran tangan internasional. Tesis ini juga menjelaskan detail-detail pencapaian Muhammadiyah dalam menjalankan misinya untuk Rohingya.
In 2017, a conflict involving the Myanmar military and Rohingya ethnic recurred. The situation worsened when Myanmar then closed humanitarian access from the international community. Various responses had emerged from the international community regarding the recurring conflicts, including Muhammadiyah. Muhammadiyah as a Faith-Based Organization whose philanthropic spirit is in line with humanitarian principles then immediately updates its strategy by conducting dialogue, coordination, negotiation, and diplomacy with internal and external parties in order to respond to the urgency and difficulty of the conflict situation in Myanmar so that it can be given humanitarian access. The thesis entitled "Faith-Based Organization and Humanitarian Diplomacy: Muhammadiyah in the Case of Rohingya Conflict in 2017" was made to see the strategy Muhammadiyah had chosen and its implementation in the field in dealing with the complexity of the situation at that time. This research used the concept of humanitarian diplomacy and soft diplomacy. The two concepts were used to analyze Muhammadiyah's strategy so that it could finally breakthrough Myanmar's blockade of international helping hands. This thesis also explains the details of Muhammadiyah in carrying out its mission for Rohingya.
Kata Kunci : Faith-Based Organization, Diplomasi Kemanusiaan, Soft Diplomacy, Muhammadiyah, Rohingya, Myanmar, Humanitarian Diplomacy