Diplomasi Humaniter Dalam Upaya Inklusifitas Penyandang Disabilitas pada Bencana Merapi 2010 Yogyakarta
SULASTRI SITUMORANG, Dr. Siti Muti'ah Setiawati, MA
2021 | Tesis | MAGISTER ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALIndonesia sebagai negara yang cukup berpotensi akan terjadinya berbagai bencana alam, seperti gempa bumi, tsunami, longsor, banjir, gunung berapi dan lain sebagainya mengharuskannya selalu bersiap dalam menghadapi bencana tersebut. Program manajemen bencana yang umumnya diperuntukkan bagi masyarakat normal membuat penyandang disabilitas yang tentu saja merupakan bagian dari masyarakat menjadi terabaikan. Pada peristiwa erupsi Merapi 2010 di Yogyakarta, penyandang disabilitas yang merupakan kelompok rentan menjadi kaum yang lebih terdampak sebab mereka memiliki kapasitas yang berbeda dengan masyarakat pada umumnya. Penelitian ini akan menganalisa mengapa inklusi terhadap penyandang disabilitas belum berjalan saat erupsi tersebut terjadi dan sudah sejauh mana diplomasi tentang inklusi tersebut berjalan pasca terjadinya erupsi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan melakukan wawancara dengan badan NGO yang menjalankan diplomasi tersebut dan melalui kajian pustaka. Hasil yang didapatkan adalah bahwa terdapat perbedaan yang cukup signifikan tentang inklusi penyandang disabilitas dalam bencana sebelum erupsi tahun 2010 dibandingkan dengan setelah tahun 2010. Hal ini disebabkan oleh beberapa alasan termasuk pengaruh dari diplomasi humaniter yang dijalankan oleh badan NGO dalam upaya inklusi ini.
Indonesia as a country with high potential for natural disaster such as earthquake, tsunami, landslides, flood, volcanoes, etc. require them to be always ready facing those disasters. Disaster management program is usually cover normal people only and this leads to the exclusion of people with disability who is actually the part of society. When eruption of Merapi Yogyakarta happened in 2010, people with disability who are vulnerable also became the most impacted party as they have the different capacity compared to the normal people. This research will analyze the reason why the inclusion of people with disability did not happen during the eruption and another question how is humanitarian diplomacy has been working after the eruption happened. The method used in this research is qualitative method by doing in depth interview with NGOs as the actor of humanitarian diplomacy for the inclusion of persons with disability. Another method used to analyze the research is by doing literature review. The result of the research is that there is a significant comparison for the inclusion of persons with disability between the eruption 2010 and post eruption. This is happened because of some reasons and specifically because of humanitarian diplomacy done by NGOs.
Kata Kunci : diplomasi humaniter, inklusi, disabilitas, Merapi, bencana, NGO