Laporkan Masalah

Ashram Gandhi Canti Dasa :: Studi sosio-historis tentang gerakan Civil Society di Indonesia

FEBRIYANTO, Tomi, Drs. Lambang Trijono, MA

2002 | Tesis | S2 Sosiologi

Bali sebagai salah satu tempat tujuan wisata terbesar di Indonesia mengalami beberapa perubahan sebagai akibat dari industri pariwisata. Kendati perubahan-perubahan tersebut tidak sepenuhnya menggeser pola kehidupan masyarakat Bali, namun, tidak bisa dipungkiri bahwa orientasi masyarakat Bali yang mengacu kepada kepentingan wisatawan, terutama wisatawan asing, yang dinilai merusak budaya masyarakat Bali. Modernisasi yang melanda sebagian besar masyarakat Bali dianggap telah membuat masyarakat Bali yang tradisional dan religius menjadi masyarakat yang berorientasi pada keuntungan-keuntungan duniawi. Kehidupan tradisional dan religius yang bernilai luhur akhirnya terseret menjadi pajangan ataupun suvenir bagi industri pariwisata. Kemunculan Ashram canti Dasa salah satunya disebabkan karena adanya gejala melunturnya pemahaman masyarakat Bali, terutama generasi mudanya, terhadap nilai-nilai tradisi dan religiusitas. Sebagai sebuah gerakan sosial keagamaan, Ashram gaud Dasa dengan prinsip-prinsip dart' nilai-nilai ajaran Gandhi berusaha mewujudkan sebuah masyarakat yang hidup dalam suasana nir kekerasan, menjunjung tinggi kebenaran dan memiliki cinta kasih antara satu dan lainnya. Penelitian ini hendak melihat apakah Ashram canti Dasa merupakan sebuah bentuk civil society di Indonesia. Diskursus mengenai civil society belakangan ini mewarnai wacana berpikir kita dimana civil society dipercaya sebagai sebuah pondasi bagi sebuah negara yang demokratis, adil dan makmur; sebuah bentuk masyarakat yang menjadi cita-cita bersama masyarakat Indonesia yang saat ini masih dalam kondisi krisis sosial, politik, dan ekonomi. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah bahwa kita dapat menggolongkan Ashram canti Dasa sebagai sebuah civil society dengan merujuk kepada konsepsi-konsepsi mengenai civil society.

As one of the biggest tourism objects in Indonesia, Bali has been experienced some changes as the result of tourism industry. Although those changes do not completely replace Balinese society lifestyle, yet, it is undeniable that the Balinese orientation which is reffer to the tourists interest, especially those who come from abroad, is considered to be destructive to Balinese society culture. Modernization that happened to the most of Balinese society is considered has been made traditional and religious Balinese society into materials profit oriented society. Sacred traditional and religious life finally dragged into display or souvenir for the tourism industry. One of the reasons why canti Dasa Ashram emerge is Balinese society degradation, especially among the young, on the sacred tradition and religious values understanding. As a religious social movement, canti Dasa Ashram with its Gandhian principles and values effort to create a society who live in a non violence life, respect the truth, and love to each other. This research try to find out wether (anti Dasa Ashram is a kind of civil society in Indonesia. The discourse on civil society recently has been presented in our thoughts where civil society is considered as a foundation for a democratic, fair and wealthy nation; a kind of society which become the aim of Indonesian society who are still in the social, politic, and economic crisis. As the result, this research has found out that we can define canti Dasa Ashram as a civil society based on the conceptions on civil society.

Kata Kunci : Perubahan Sosial Masyarakat Bali,Civil Society,Ashram Gandhi Canti Dasa, social changes, religious social movement, civil society, Gandhian ashram


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.