Laporkan Masalah

Stigma dan Kekerasan Terkait Aborsi di Daerah Istimewa Yogyakarta

DEFIRENTIA ONE M, Prof. Dr. M. Mohtar Mas'oed, M.A

2021 | Tesis | MAGISTER KETAHANAN NASIONAL

Studi ini bertujuan untuk menganalisis fenomena aborsi ilegal sebagai dampak dari stigma dan kekerasan yang terjadi terhadap perempuan yang mengalami kehamilan tidak direncanakan. Stigma dan kekerasan akan dianalisis dalam pendekatan Kerangka Ekologi kekerasan terhadap perempuan dimana di dalamnya terdapat banyak persinggungan (intersectionality) identitas, faktor risiko, sekaligus hubungan kekuasaan sehingga yang terjadi di level individu, antar individu, komunitas, dan sistem masyarakat yang lebih luas termasuk konteks kebijakan, budaya, agama, maupun ekonomi. Hal tersebut menjadikan pengalaman hidup perempuan atas kehamilan tidak diinginkan dan aborsi sebagai fenomena sosial yang sangat kompleks dan terus terjadi. Di tengah beban stigma dan kekerasan yang ditanggung perempuan, terdapat sebagian masyarakat yang memiliki kepedulian serta upaya-upaya untuk mengintervensi stigma dan mengatasi dampak kekerasan yang dialami perempuan agar mereka dapat menjalani keberlangsungan hidupnya. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengambilan data melalui wawancara, studi dokumen, observasi, dan pendokumentasian. Studi ini menyimpulkan bahwa perempuan yang mengalami kehamilan tidak direncanakan yang mengalami stigma dan kekerasan akan berisiko terus mencari cara untuk melakukan aborsi secara diam-diam dan tidak aman karena pengabaian serta ketidakpedulian oleh masyarakat maupun pemerintah yang semestinya menjamin pemenuhan hak mereka. Stigma, ketidakpedulian, dan pengabaian oleh masyarakat adalah kekerasan yang melanggengkan kekerasan terhadap perempuan. Fenomena aborsi tidak aman akan menjadi tanggung jawab masyarakat selama struktur kebijakan belum mampu menjamin hak perempuan atas layanan kesehatan reproduksi yang komprehensif. Kata kunci: stigma aborsi, kekerasan terhadap perempuan, faktor risiko, interseksionalitas

This study aims to analyze the phenomenon of illegal abortion as an implication of stigma and violence against women among those who experienced unplanned pregnancies. Stigma and violence will be analyzed in The Ecological Framework of violence against women in which there are many factors such as identity, risk factors, as well as power relations which intersect at the individual level, interpersonal, communities, and the broader system of society including the policy context, culture, religion, and economy. These factors have influenced women's life experiences while having unplanned pregnancy and abortions and contribute to a very complex ongoing social phenomenon. On the other hand, while women are experiencing stigma and violence, there are groups of society who are giving their concern and advocating to fight against stigma and to heal women from violence that they can live their lives. This study uses a qualitative method and conducting data collection through interviews, document study, observation, and documentation. This study concludes that women who experience stigma and violence related to unplanned pregnancy will be at risk to unsafe and illegal abortion because of neglection and ignorance committed by society and the government who supposed to ensure the fulfillment of their rights. Stigma, neglection, and ignorance committed by society are regarded as violence that perpetuates other forms of violence against women. The phenomenon of unsafe abortion will be a responsibility of society unless the policy structure can accommodate to fulfill women's rights to get comprehensive reproductive health services. Keywords: abortion stigma, violence against women, risk factors, intersectionality

Kata Kunci : Stigma aborsi, kekerasan terhadap perempuan, faktor risiko, interseksionalitas

  1. S2-2021-435194-abstract.pdf  
  2. S2-2021-435194-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-435194-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-435194-title.pdf