Laporkan Masalah

Sistem Perdamaian Masyarakat Thekelan (Studi tentang Ikatan Komunal dan Manajemen Konflik)

GRITA GUSTI GANDI, Dr. Diah Kusumaningrum

2021 | Tesis | MAGISTER KETAHANAN NASIONAL

INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk membedah sistem perdamaian di Dusun Thekelan. Salah satu dusun yang ada di lereng Gunung Merbabu, Kabupaten Semarang, Indonesia. Dari berbagai media, dusun ini menceritakan kedamaian dan toleransi tinggi di antara masyarakatnya. Di antara komunalitasnya terdiri dari masyarakat yang menganut agama Buddha, Islam, Kristen dan Katolik. Tidak sempat ada konflik komunal ataupun politik identitas di sana. Oleh karena itu, penelitian ini menyasar untuk mengkaji dua hal penting yaitu ikatan komunal dan manajemen konflik yang terbentuk di masyarakat Thekelan. Penelitian ini penting untuk identifikasi sistem perdamaian yang berkembang di Indonesia, dan agar menjadi prototipe civic engagement sejak dini di wilayah masing-masing. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan etnografi pada kebudayaan masyarakat Thekelan. Hasil dari penelitian ini adalah ikatan komunal masyarakat Thekelan yang terbagi menjadi dua, yakni interkomunal dan intrakomunal. Ikatan interkomunal memenuhi interaksi keseharian dan asosiasional sedangkan ikatan intrakomunal memenuhi interaksi asosiasional. Tegur sapa, kumpul-kumpul, anjangsana, pethu'an, dan sambatan adalah kebiasaan baik yang masih ada dan dipraktikkan oleh masyarakat Thekelan sampai saat ini. Terdapat nilai yang selalu dijaga oleh mereka, yakni kerukunan, gotong-royong, kebersamaan, dan menjunjung tinggi dusun. Komunikasi dalam negosiasi keseharian adalah kunci dari menjaga perdamaian di Thekelan. Memecahkan permasalahan bersama melalui musyawarah adalah jalan yang selalu diambil agar tertanam kepercayaan demi kebersamaan. Tokoh masyarakat sebagai juru damai secara grassroots level di Thekelan. Kontribusi penelitian ini adalah menyumbangkan kajian mengenai sistem perdamaian di Indonesia sehingga nantinya menjadi acuan bagi daerah lain untuk membangun perdamaian. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah melihat, membedah, dan membandingkan sistem perdamaian di daerah lain di Indonesia dengan scope yang lebih luas secara etnografis kualitatif. Kata Kunci: sistem perdamaian, ikatan komunal, manajemen konflik, negosiasi keseharian.

ABSTRACT This study aims to describe the peace system in Thekelan, one of the hamlets on the slopes of Mount Merbabu, Semarang Regency, Indonesia. From various media, this hamlet tells of the high peace and tolerance among people in the community who adhere to Buddhism, Islam, Christianity, and Catholicism. There has never been any communal conflict or identity politics there. Therefore, this study aims to examine two important things, namely communal engagements and conflict management that are founded in the Thekelan community. This research is important to identify the developing peace system in Indonesia, and to become a prototype for civic engagement from an early age in each region in Indonesia. This study used a qualitative research method with an ethnographic approach to participate the culture of Thekelan people. The results of this study are the Thekelan community communal engagements which are divided into two, intercommunal and intracommunal. Intercommunal bonds fulfill every day and associational interactions while intracommunal bonds fulfill associational interactions. Many activities such as tegur sapa, kumpul-kumpul, anjangsana, pethu'an, and sambatan are valuable habit that still exist and practiced by society Thekelan to date. The common value which is always guarded by Thekelan community and local leader are harmony, mutual cooperation (gotong-royong), togetherness, and uphold the hamlet. Communication in daily negotiations is the key to maintaining peace in Thekelan. Solving common problems through deliberation is a best way for the sake of togetherness. Community leaders as grassroots level peacemakers in Thekelan. The contribution of this research is to provide the peace system study in Indonesia for enhancing a reference for other regions in peacebuilding. Recommendations for further research are to analyze and compare peace systems in other regions in Indonesia with a broader scope ethnographically qualitative. Keywords: peace system, communal engagement, conflict management, daily negotiations.

Kata Kunci : sistem perdamaian, ikatan komunal, manajemen konflik, negosiasi keseharian.

  1. S2-2021-435199-abstract.pdf  
  2. S2-2021-435199-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-435199-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-435199-title.pdf