English Intensifiers Produced by Female and Male Users on Twitter
YULI SURYANINGSIH, Dr. Tofan Dwi Hardjanto, M.A.
2021 | Tesis | MAGISTER LINGUISTIKPenyangat merupakan sebuah unit bahasa yang dapat berubah dengan cepat dari waktu ke waktu berdasarkan generasi dari penuturnya. Latar belakang penutur seperti usia, pendidikan, dan gender berpengaruh terhadap cepatnya perubahan pada penyangat. Banyak penelitian yang pernah dilakukan dengan menganalisis penggunaan penyangat Bahasa Inggris di berbagai macam situasi, namun belum ada yang menganalisis penggunaan penyangat Bahasa Inggris di Twitter, khususnya pada cuitan yang diunggah pada tahun 2020 oleh 150 pengguna Twitter dengan pengikut terbanyak di dunia. Sehingga, penelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan dan membandingkan penggunaan penyangat Bahasa Inggris di Twitter tahun 2020 oleh perempuan dan laki-laki. Dengan mengikuti teori dari Bolinger (1972) tentang bentuk-bentuk penyangat, penelitian ini menemukan bahwa penyangat Bahasa Inggris yang ditemukan di Twitter mayoritas dalam bentuk adverbia oleh pengguna laki-laki. Selanjutnya, dengan mengadopsi teori dari Quirk, dkk. (1972 & 1985) terkait dengan fungsi penyangat, penelitian ini menemukan bahwa amplifiers merupakan fungsi penyangat yang paling sering digunakan dan terdapat perbedaan yang signifikan dengan fungsi-fungsi lainnya.
Intensifier is a language unit that can change rapidly from time to time depending on the trend and the generation of speakers. The background of the speaker also affects the shift of intensifiers, for example, speaker's age, education, and gender. Although some previous studies have analyzed the use of English intensifiers on some settings, none of them analyzed the use of English intensifiers from tweets produced in 2020 by 150 most followed Twitter users in the world. This study attempted to describe and compare the use of English intensifiers on Twitter produced by female and male users. Following the theory proposed by Bolinger (1972) regarding intensifiers forms, this study found out that degree adverbs were the most frequently used intensifiers form on Twitter. Degree adverbs were used dominantly by male Twitter users. Further, following the theory proposed by Quirk, et.al. (1972 & 1985) regarding intensifiers functions, this study found out that there was a significant difference in the use of amplifiers.
Kata Kunci : intensifiers, Twitter, gender