Laporkan Masalah

UNDERSTANDING INDIVIDUALS CLAIMING DECISIONS OF OLD AGE BENEFITS IN INDONESIA

RAMLIA FAJRIANI, Dr. Amelia Maika, S.Sos., M.A., M.Sc

2021 | Tesis | MAGISTER SOSIOLOGI

Sebagai upaya perlindungan terhadap risiko umur panjang dan pemberian pendapatan pensiun bagi masyarakat di masa depan, penting untuk memastikan sustainabilitas dana jaminan hari tua. Kebijakan jaminan sosial di Indonesia saat ini telah menerapkan mekanisme pencairan manfaat jaminan hari tua yang fleksibel, di mana fleksibilitas ini terlihat kurang merefleksikan esensi dari system jaminan sosial. Dalam hal ini, telah terjadi lonjakan angka klaim dini terhadap manfaat jaminan hari tua di Indonesia. Selama tahun 2018, hanya sekitar 3 persen peserta jaminan sosial yang melakukan penarikan manfaat dikarenakan hari tua (telah mencapai usia pensiun yang ditentukan). Selain itu, sebagian besar peserta melakukan klaim manfaat jaminan hari tua dengan alasan pengunduran diri, kontrak kerja berakhir, dan pemutusan hubungan kerja. Studi kuantitatif ini berupaya untuk mengetahui asosiasi literasi jaminan sosial, toleransi risiko, dan pengambilan keputusan klaim manfaat jaminan hari tua pada peserta jaminan sosial ketenagakerjaan. Data penelitian diperoleh dengan melakukan survei pada 96 peserta BPJS Ketenagakerjaan yang telah melakukan klaim manfaat jaminan hari tua pada tahun 2019. Uji regresi logistik digunakan untuk megetahui probabilitas peserta melakukan klaim dini berdasarkan tingkat literasi jaminan sosial dan toleransi risiko. Hasil menunjukkan bahwa 80.2 persen responden dalam penelitian telah mengambil keputusan klaim dini. Baik literasi peserta terhadap jaminan sosial maupun tingkat toleransi mereka terhadap risiko menunjukkan asosiasi yang signifikan terhadap keputusan klaim. Setiap peningkatan dalam literasi jaminan sosial dan toleransi risiko akan menurunkan peluang peserta untuk membuat keputusan klaim dini. Sehubungan dengan pentingnya menjaga keberlangsungan pendapatan pensiun, penekanan pada program-program edukasi terhadap jaminan sosial dapat berkontribusi menekan tingginya klaim dini manfaat jaminan hari tua di Indonesia. Selain itu, pemerintah khususnya instansi pengelola jaminan sosial harus berupaya lebih keras untuk memenangkan kepercayaan masyarakat bahwa dana jaminan sosial dikelola dengan aman.

To protect the longevity risk of people and provide retirement income in the future, it is important to ensure the sustainability of old age security funds. Social security policy in Indonesia has regulated a flexible withdrawal mechanism for old age benefits, which seems not to reflect the essence of social security system. And this has led to the explosion of the early claiming rate in Indonesia. During 2018, only about 3 percent of participants withdrawn their benefits due to old age reason, namely reaching the eligible pension age. Other than that, most participants claimed their benefits due to resignation, end of the work contract, and laid off. This quantitative study sought to determine the associations of social security literacy, risk tolerance, and claiming decisions in social security participants. Data were obtained by conducting a survey of 96 participants of BPJS Ketenagakerjaan who had withdrawn their old age benefits in 2019. Logistic regression is used to estimate the association of social security literacy, risk tolerance, and claiming decision. Results show that 80.2 percent of participants in the study decided to make early claim decisions. Overall, both social security literacy and risk tolerance persist as predictor of claiming decisions. Each unit increase in social security literacy and risk tolerance will decrease the odds of participants of making early claim decisions. Given that early claiming rate must be controlled to ensure the sustainability of retirement income, emphasis on social security education programs may contribute to suppressing the early-claiming rate in Indonesia. People should better understand the benefit rules of their own old age savings to be able to make the right claim decisions. Besides, the government, specifically social security institutions, must also strive harder to win public trust that social security funds are managed safely and securely.

Kata Kunci : Old age benefits, early claim decision, social security literacy, risk tolerance, jaminan hari tua, keputusan klaim dini, literasi jaminan sosial, toleransi risiko

  1. S2-2021-434380-abstract.pdf  
  2. S2-2021-434380-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-434380-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-434380-title.pdf