Laporkan Masalah

Analisis Pengaruh Struktur Kepemilikan dan Risiko Kredit Terhadap Kinerja Bank yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2018

ARIYATI DWI ROSALINA, I Wayan Nuka Lantara, M.Si., Ph.D.,

2021 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)

Pada umumnya kegiatan bank adalah untuk menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit. Jika bank tidak selektf dalam memberikan kreditnya akan ada risiko kredit yang dirasakan oleh bank kedepannya. Karena itu risiko kredit menjadi salah satu topik yang menarik untuk dibahas. Selain itu struktur kepemilikan yang dimiliki oleh masyarakat, pemerintah, swasta dan asing dipercaya dapat memberikan pengaruh terhadap kualitas bank dalam mendapatkan laba. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengujian terhadap pengaruh dari struktur kepemilikan saham dan resiko kredit terhadap kinerja bank terhadap bank yang sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dengan menggunakan data laporan keuangan dari 32 bank selama tahun 2013-2018. Untuk kinerja bank akan diukur menggunakan return on assets dan return on equity. Sedangkan untuk risiko kredit diukur menggunakan non performing loan. Pengujian dilakukan dengan melakukan analisa menggukanan regresi berganda untuk data panel dengan pemilihan metode common effect, fixed effect dan random effect. Hasil penelitian menujukkan bahwa tidak ada pengaruh antara struktur kepemilikan dan risiko kredit terhadap kinerja keuangan.

In general, bank activities are to collect funds from the public and distribute them back in the form of credit. If a bank is not selective in extending credit, there will be credit risk that will be felt by the bank in the future. Therefore, credit risk is an interesting topic to discuss. In addition, the ownership structure owned by the community, government, private sector and foreigners is believed to have an influence on the quality of banks in earning profits. This study aims to test the effect of share ownership structure and credit risk on bank performance against banks that listed on the Indonesia Stock Exchange. By using financial statement data from 32 banks during 2013-2018. Bank performance will be measured using return on assets and return on equity. Meanwhile, credit risk is measured using non-performing loans. Testing is done by analyzing using multiple regression for panel data with the choice of common effect, fixed effect and random effect methods. The result of the study shows that there is no influence between ownership structure and credit risk on financial performance.

Kata Kunci : kepemilikan saham masyarakat, kepemilikan saham pemerintah, kepemilikan saham swasta, kepemilikan saham asing, risiko kredit, non-performing loan, return on assets, return on equity, loan to deposit ratio, beban operasional beban pendapatan, total aset

  1. S2-2021-421860-abstract.pdf  
  2. S2-2021-421860-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-421860-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-421860-title.pdf