Laporkan Masalah

Capability Approach For Evaluating Minapolitan Program in Klaten Regency, Central Java Province, Indonesia

ALIM FAUZAN, Retno Widodo Dwi Pramono, S.T., M.Sc., Ph.D

2021 | Tesis | MAGISTER PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Program minapolitan dimaksudkan untuk merancang suatu kawasan yang dicirikan dengan adanya satu atau lebih inti kegiatan perikanan di kawasan pedesaan.Kawasan minapolitan ditentukan oleh jaringan praktis dan fraksional antara sistem permukiman dan sistem agribisnis dalam satu kesatuan ruang.Hasil dari program ini adalah kesejahteraan masyarakat yang dapat diwujudkan dengan kapabilitas masyarakat mengacu pada pendekatan kapabilitas Sen (2000).Pendekatan kapabilitas lebih sesuai untuk mengevaluasi program minapolitankarena kapabilitas masyarakat bersifat subjektif dan personal.Salah satu kawasan minapolitan yang perlu dievaluasi adalah "Desa Nila" yang terletak di Kecamatan Polanharjo, Karanganom dan Tulung, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Dengan menggunakan Indeks Kapabilitas Masyarakat dan Indeks Kapabilitas Tempat yang dirancang oleh Pramono (2016), penelitian ini bertujuan untuk 1) untuk mengidentifikasi apakah program minapolitan dapat meningkatkan kesesuaian tempat untuk menunjang terciptanya kesejahteraan pembudidaya ikan 2) untuk mendeskripsikan factor-faktor yang mempengaruhi program minapolitan untuk meningkatkan kesejahteraan pembudidaya ikan. Analisis menunjukkan bahwa program minapolitan yang dilakukan di Kabupaten Klaten berdampak positif bagi kesejahteraan pembudidaya ikan yang ditunjukkan dengan kapabilitas masyarakat.Selain itu, program minapolitan dapat meningkatkan kesesuaian suatu tempat untuk menciptakan kesejahteraan, yang ditunjukkan dengan nilai koefisien tempat yang positif.Terdapat 11 kelompok faktor yang mempengaruhi keberhasilan program minapolitan di Kabupaten Klaten.Faktor-faktor tersebut terdiri dari dukungan program minapolitan untuk: 1) usaha budidaya ikan, 2) kesehatan pembudidaya ikan, 3) kehidupan sosial pembudidaya ikan, 4) pengetahuan dan perumahan, 5) kesehatan masyarakat, 6) jaringan usaha, 7) ketersediaan ruang/lahan tempat tinggal dan informasi, 8) aspirasi pembudidaya ikan tentang lahan budidaya, 9) biaya transportasi, 10) ketersediaan prasarana angkutan umum dan 11) kreativitas pembudidaya ikan.

Minapolitan programs are deliberated to design a region that is characterized by the existence of one or more fisheries activity cores in a rural region. The minapolitan area is designated by the practical and fractional network between settlement system and agribusiness system in a spatial unit. The outcome of the program is people's well-being, which can be manifested by people's capability, according to Sen (2000). Since people's capability is subjective and personal, the capability approach is more suitable for evaluating minapolitan programs. One of the minapolitan regions that need to be evaluated is "Desa Nila"(Tilapia Village), located in the sub-district of Polanharjo, Karanganom and Tulung, Klaten Regency, Central Java, Indonesia. By using the community capability index and place capability supporting index proposed by Pramono (2016), this paper aims 1) to identify whether minapolitan programs can improve the suitability of place to ease the creation of fish farmer's well-being and 2) to describe factors affecting minapolitan programs to improve fish farmer's well-being. Analysis reveals that minapolitan programs conducted in Klaten Regency have a positive impact on the well-being of fish farmers, as manifested by people's capability. Moreover, minapolitan programs can improve the suitability of a place to create well-being, as indicated by the positive value of the place coefficient. There are 11 groups of factors influencing the success of minapolitan programs in Klaten Regency. The factors consist of minapolitan program support for 1) fish farming business, 2) fish farmer healthy life, 3) fish farmer social life, 4) knowledge and housing, 5)community health, 6) business network, 7) the availability of space/land to stay and information, 8) fish farmer's aspiration regarding their farming land, 9) the transportation cost, 10) the availability of public transport infrastructure and11) fish farmer creativity.

Kata Kunci : Capability approach, Minapolitan, Rural development, Spatial planning

  1. S2-2021-434607-abstract.pdf  
  2. S2-2021-434607-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-434607-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-434607-title.pdf