Analisis Pengembangan Kapabilitas BPK Perwakilan Provinsi DIY dalam Meningkatkan Pemeriksaan Kinerja
RISMAWATY, Ratna Nurhayati, S.E., M.Com., Ak., C.A., Ph.D.
2021 | Tesis | MAGISTER AKUNTANSITujuan - Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan kapabilitas BPK Perwakilan Provinsi DIY dalam meningkatkan pemeriksaan kinerja dan mengidentifikasi alasan keberhasilan atau ketidakberhasilan pengembangan kapabilitas tersebut. Metode Penelitian - Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan untuk menjelaskan proses pengembangan kapabilitas pemeriksaan kinerja. Pengumpulan data dan informasi dilakukan melalui wawancara kepada pemeriksa kinerja, pengelola RKP, dan kepala subauditorat. Data dokumentasi diperoleh untuk mendukung validitas data dan informasi. Hasil dan Temuan Penelitian - Penelitian ini mengindikasikan bahwa dengan menggunakan model pembentukan kapabilitas dinamis, BPK Perwakilan Provinsi DIY sudah mengembangkan kapabilitas sumber dayanya untuk meningkatkan pemeriksaan kinerja. Dengan menggunakan pendekatan kapabilitas dinamis, BPK Perwakilan Provinsi DIY mengembangkan kapabilitas pemeriksaan berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan peningkatan kuantitas dan kualitas pemeriksaan kinerja secara tematik. Selanjutnya, kebutuhan tersebut ditanggapi dengan identifikasi kebutuhan pengetahuan dan sumber daya. Pemenuhan pengetahuan dilakukan melalui kegiatan pembelajaran dan pengintegrasian pengetahuan. Sedangkan pemenuhan sumber daya dilakukan dengan pengalokasian sumber daya, penugasan pemeriksa, dan kolaborasi tim pemeriksaan. Namun demikian, masih terdapat beberapa pelaksanaan fase pengembangan kapabilitas yang belum optimal. Hal ini dibuktikan dengan beberapa temuan penelitian. Pada fase penginderaan, penyusunan rencana jumlah pemeriksaan pada RKP masih menekankan pada pemeriksaan keuangan dan kriteria pemeriksaan belum sepenuhnya pada tataran outcome dan impact. Pada fase pembelajaran, waktu kegiatan pembelajaran pada pemeriksaan kinerja kesehatan dan danais masih dirasakan kurang oleh pemeriksa untuk mendapatkan pengetahuan yang dibutuhkan. Pada fase pengintegrasian, kegiatan berbagi pengetahuan belum dilakukan di tingkat pemeriksa secara keseluruhan. Pada fase pengoordinasian, pemenuhan jumlah hari pemeriksaan pada pemeriksaan danais masih dirasakan kurang oleh pemeriksa untuk mengungkapkan hasil pemeriksaan yang lebih banyak. Oleh karena itu, kontribusi pemeriksaan pada temuan dan rekomendasi pemeriksaan belum sepenuhnya dapat dihasilkan pada tataran outcome dan impact. Orisinalitas - Penelitian sebelumnya pernah menelaah faktor-faktor yang memengaruhi transformasi kapabilitas pemeriksaan, namun belum mempertimbangkan pendekatan kapabilitas dinamis dalam keberhasilan transformasi pemeriksaan. Kata kunci: pemeriksaan BPK, pemeriksaan kinerja, kapabilitas pemeriksaan kinerja, kapabilitas dinamis.
Objective - This study aims to analyze the capability development of the D.I. Yogyakarta Province BPK Representative in improving performance audit and to identify the reasons for the capability development's success or failure. Research Method - A qualitative research with a case study approach is used to explain the the capability development process of performance audit. Data and information collection is carried out through interviews with auditors in the 2019 performance audit, RKP manager, and chief of subauditorat. Documentation data are obtained to support the data and information validity. Research Results and Findings - This study indicates that by using a dynamic capability building model, D.I. Yogyakarta Province BPK Representative has developed its resource's capabilities to improve performance audits. By using a dynamic capability approach, D.I. Yogyakarta Province BPK Representative has developed audit capabilities based on the identification of the need to increase thematic performance audit's quantity and quality. Further, this need is responded to by identifying the need for knowledge and resources. Knowledge fulfillment is achieved through learning activities and knowledge integration. Whereas resource fulfillment achieved by allocating resources, assigning auditors, and collaborating with the audit team. However, there are still several capability development implementation phases that have not been optimal. This is shown by several research findings. In the sensing phase, the audit quantity plan preparation in the government work plan (RKP) still emphasizes on financial audit and the audit criteria preparation has not yet been fully at the outcome and impact level. In the learning phase, auditors feel that the time for learning about health and danais performance audit is insufficient for the auditors to obtain the required knowledge. In the integration phase, knowledge sharing activities haven't been fully carried out at the auditor level. In the coordinating phase, fulfillment for danais audit days is considered insufficient by auditors to reveal more audit results. Because of that, audit contribution in audit finding and recommendation has not been fully generated at the outcome and impacts level. Originality - Previous researches have examined factors that influence audit capability transformation, but has not considered the dynamic capability approach in the audit's successful transformation. Keywords: BPK audit, performance audit, performance audit capability, dynamic capability.
Kata Kunci : pemeriksaan BPK, pemeriksaan kinerja, kapabilitas pemeriksaan kinerja, kapabilitas dinamis