Peran Kode Etik dalam Pencegahan Fraud pada Auditor di Lingkungan Badan Pemeriksa Keuangan (Studi pada BPK RI Perwakilan Jawa Timur)
WIDYA AYU SEKAR RINI, Eko Suwardi, M.Sc., Ph.D.
2021 | Tesis | MAGISTER AKUNTANSIPenelitian ini menguji secara empiris, memperoleh gambaran dan pemahaman peran kode etik untuk mencegah fraud pada auditor Badan Pemeriksa Keuangan, serta menganalisis penyebab masih terjadinya fraud dalam proses pemeriksaan. Di dalam mencapai tujuan penelitian ini, variabel penelitian yang digunakan adalah integritas, independensi, dan profesionalisme. Metode yang dipakai didalam penelitian ini adalah metode mix method yaitu metode kuantitatif dengan cara memberikan kuesioner, serta metode kualitatif dengan melakukan wawancara kepada responden auditor Badan Pemeriksa Keuangan RI perwakilan Jawa Timur. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Alat pengujian instrumen dan analisis yang dilakukan adalah pengujian validitas dan reliabilitas kuesioner, serta triangulasi sumber untuk wawancara semi-terstruktur. Teknik analisis data yang dilakukan, yakni dengan menggunakan SPSS dan analisis tematik. Hasil penelitian independensi, integritas, dan profesionalisme berpengaruh positif terhadap pencegahan fraud. Didukung dengan hasil wawancara memberikan gambaran institusi BPK telah melaksanakan penerapan kode etik dengan baik, pelaksanaan kode etik telah mencakup program-program pencegahan fraud, yaitu tindakan prevention deterrence, disruption, identification, dan prosecution. Dalam pelaksanaannya masih terjadi fraud hal itu didasarkan pada tindakan pribadi auditor karena pemeriksa BPK tersebut memiliki karakter, moral, dan integritas yang kurang baik, serta risiko yang ada di entitas yang diperiksa dapat mengakibatkan terjadinya tindakan fraud dalam proses pemeriksaan di lingkungan BPK.
This study aims to empirically examine, to obtain an overview and understanding of the role of the ethics code in preventing fraud in the State Audit Board's (BPK's) auditors, and to analyze the causes of continuing fraud in the audit process. In achieving this study's objectives, the research variables used are integrity, independence, and professionalism. This research uses the mixed method, namely the quantitative method by giving questionnaires and the qualitative method by conducting interviews with respondent auditors from the Republic of Indonesia's State Audit Board representatives of East Java. The samples in this study are selected using a purposive sampling technique. The instrument and analysis tools testing include testing the validity and reliability of the questionnaire and source triangulation for semi-structured interviews. The data analysis technique used is SPSS and thematic analysis. The research results show that independence, integrity and professionalism have a positive effect on fraud prevention. Supported by the interview results, it provides an overview that BPK has properly implemented the code of ethics, the implementation of the code of ethics has included fraud prevention programs, namely prevention deterrence, disruption, identification, and prosecution measures. In practice, fraud still occurs, this is based on an auditor's personal actions, because the BPK examiner may have poor character, morale, and integrity, and risks that exist in the entity being examined may also result in fraud in the audit process within the BPK.
Kata Kunci : kode etik, independensi, integritas, profesionalisme, fraud auditor