Work-Family Balance sebagai Mediator Hubungan Antara Dukungan Suami Terhadap Kepuasan Perkawinan Istri Bekerja
FARADESYTA D, Budi Andayani, Dr., MA., Psikolog.
2021 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIDi Indonesia, istri yang bekerja dituntut untuk mampu membagi waktu yang dimiliki. Hal ini memicu kesulitan bagi istri bekerja, sehingga mempengaruhi kepuasan perkawinan yang dirasakan. Kepuasan perkawinan dapat tercapai ketika mendapatkan dukungan oleh suami dan tercapainya keseimbangan peran dalam kerja dan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran work-family balance dalam memediasi hubungan antara dukungan suami dengan kepuasan perkawinan istri yang bekerja. Hipotesis dalam penelitian ini yaitu work-family balance adalah mediator dalam hubungan antara dukungan suami dengan kepuasan perkawinan. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan survei yang disebar secara daring di media sosial. Partisipan penelitian ini berjumlah 126 wanita dengan rentang umur 25-50 tahun, sudah menikah, sedang bekerja, tinggal bersama suami, dan memiliki anak dengan umur di bawah 17 tahun. Analisis data menggunakan metode effect kausal oleh Baron dan Kenny (1986). Hasil menunjukkan bahwa work familu balance memediasi secara parsial dalam hubungan antara dukungan suami dengan kepuasan perkawinan. Implikasi dari penelitian ini adalah dapat memberikan sumbangan informasi mengenai work-family balance dan dapat menjadi rujukan bagi praktisi dalam intervensi perkawinan terkait istri bekerja.
In Indonesia, working wives are required to be able to manage their time. This triggers difficulties for the wife to work, which affects the perceived marital satisfaction. Marriage satisfaction can be achieved when getting support from the husband and achieving a balance between work and family roles. This study aims to examine the role of work-family balance in mediating the relationship between husband's support and marriage satisfaction of working wives. The hypothesis in this study is that work-family balance is a mediator in the relationship between husband's support and marital satisfaction. The research method used is a survey that is distributed online on social media. The participants of this study were 126 working wife aged 25-50 years, married, currently working, living with their husbands, and having children under 17 years of age. Data analysis was performed using the causal effect method developed by Baron and Kenny (1986). The results showed that work family balance partially mediates the relationship between husband's support and marital satisfaction. The implications of this research are discussed. The implication of this research are it can contribute information about work-family balance and can be a reference for practitioners in marriage interventions related to working wives
Kata Kunci : Dukungan Suami, Kepuasan Perkawinan, Work-Family Balance