Kajian Emisi dan Serapan Karbon Dioksida (CO2) Periode Kebijakan Work From Home (WFH) (Studi Kasus: Ruas Jalan di Jakarta Pusat)
FARAH DEWI P, Prof. Dr. Suwarno Hadisusanto, S.U. ; Dr. Eko Haryono, M.Si.
2021 | Tesis | MAGISTER ILMU LINGKUNGANJakata Pusat sebagai jantung DKI Jakarta memiliki arus pergerakan orang dan barang yang tinggi. Pembakaran bahan bakar fosil dan perubahan luas RTH di kawasan perkotaan menyebabkan akumulasi emisi CO2 mengalami peningkatan setiap tahun. Tahun 2020 Jakarta mengalami pandemi Covid19 yang menyebabkan pemberlakuan kebijakan WFH. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pola konsumsi BBM saat periode WFH, menganalisis besaran emisi CO2 kendaran bermotor pada tiga ruas jalan Jakarta Pusat saat periode WFH serta menganalisis kapasitas serapan CO2 oleh RTH jalur hijau existing di lokasi penelitian. Metode penelitian ini dilakukan secara kuantitatif melalui rumus perhitungan emisi dan serapan CO2. Pengumpulan data pola konsumsi BBM masyarakat dilakukan secara purposive sampling melalui kuesioner dan dianalisis secara deskriptif. Besaran emisi CO2 diperoleh melalui perhitungan data LHR kendaraan dan profil jalan serta dianalisis menggunakan software Mobilev 3.0. Serapan CO2 dilakukan menggunakan perhitungan daya serap CO2 berdasarkan data jenis dan jumlah tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola penurunan konsumsi BBM saat WFH dibandingkan sebelum WFH paling signifikan ditunjukkan oleh variabel menurut pekerjaan (karyawan swasta 40%), domisili (Jakarta 55%) dan jenis kendaraan bermotor (sepeda motor 32% dan mobil 29%). Besaran emisi CO2 saat WFH sebesar 68.863 ton/tahun (PSBB Transisi) dan 52.287 ton/tahun (PSBB Total). Terjadi penurunan emisi CO2 sebesar 24% antara kondisi PSBB Transisi dan PSBB Total. Kapasitas serapan CO2 oleh vegetasi RTH publik jalur hijau kondisi existing sebesar 3.976,8 ton/tahun. Implementasi upaya dan strategi melalui kebijakan yang tepat sangat penting agar dapat menurunkan emisi CO2 kendaraan bermotor dan meningkatkan serapan CO2 oleh tanaman RTH publik kondisi existing.
As the heart of DKI Jakarta, Central Jakarta has significantly high flow of people and goods. The burning of fossil fuels and changes in urban green spaces cause an increase of the accumulated CO2 emission every year. In 2020, Jakarta faced the outbreak of the Covid19 pandemic which resulted in the implementation of the Work from Home (WFH) policy, and limiting vehicle use in the city. This research aims to identify the pattern of fuel consumption during WFH, analyze the amount of CO2 emissions during WFH, and to emphasize the capacity of CO2 sequestration by vegetation in the green lane. This study uses a quantitative method with calculation formula of CO2 emission and sequestration. The data of fuel consumption was collected by purposive sampling using questionnaires and analyzed descriptively. The CO2 emission is obtained by measurement of ADT vehicle and road’s profile and analyzed using Mobilev 3.0. The sequestration of CO2 is measured using the formula of CO2 absorption based on type and number of plants. The results showed that the pattern of decreasing fuel consumption during WFH compared to before WFH differ significantly by occupation (40% private employees), domicile (Jakarta 55%), and type of vehicles (32% motorcycles and 29% cars). The amount of CO2 emission during WFH is 68.863 tons/year (PSBB Transitional) and 52.287 tons/year (PSBB Total). The CO2 emission has declined by 24% during WFH. The capacity of CO2 sequestration by the existing green lane is 3.976,8 tons/year. The implementation of the strategies through the right policies is very pivotal to reduce the amount of vehicle’s CO2 emissions and increase the number of CO2 sequestration by the existing green open spaces.
Kata Kunci : Emisi CO2, Konsumsi BBM, Serapan CO2, Work from Home (WFH) ; CO2 Emission, CO2 Sequestration, Fuel Consumption, Work from Home (WFH)