Laporkan Masalah

ANALISIS FAKTOR YANG MEMENGARUHI RISIKO LIKUIDITAS: STUDI EMPIRIS PADA BANK UMUM KONVENSIONAL DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2016-2019

I.G.N TEDDY P S, I Wayan Nuka Lantara, M.Si. Ph.D

2021 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)

Risiko likuiditas terjadi saat lonjakan penarikan kewajiban secara tiba-tiba dapat membuat perusahaan keuangan dalam posisi harus melikuidasi aset dalam waktu yang sangat singkat. Pengembangan standar pengukuran risiko likuiditas oleh basel committee pada tahun 2010 bertujuan untuk memitigasi risiko likuiditas pada periode krisis dan jangka panjang. Pengukuran risiko likuditas yang dikeluarkan oleh basel committee untuk manajemen resiko likuditas dengan Net Stable Funding Ratio (NSFR) dan liquidity coverage ratio (LCR). Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh ROA, NIM, CKPN, NPL dan Total asset terhadap risiko likuiditas yang diukur dengan proksi NSFR, LCR dan LDR pada bank buku 3 dan buku 4 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Data yang digunakan adalah data sekunder dari data keuangan bank buku 3 dan buku 4 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Uji regresi dilakukan dengan 2 pengelompokan data. Yang pertama data tahun 2016 sampai dengan 2019 dengan melibatkan semua variabel dependen ROA, NIM, CKPN, NPL dan Total asset dan dua variabel independen yaitu LCR dan LDR karena pada tahun 2016 NSFR belum berlaku di Indonesia. Yang kedua data tahun 2018 sampai dengan 2019 dengan pengujian melibatkan semua variabel independen ROA, NIM, CKPN, NPL dan Total asset dan semua variabel dependen NSFR, LCR, dan LDR. Dari hasil uji regresi data panel bahwa semua variabel independen berpengaruh signifikan ke variabel dependen tergantung pada variabel pengukuran risiko likuiditas.

Liquidity risk occurs when a sudden withdrawal of a liability can put a financial company in a position to liquidate assets in a very short time. The basel committee developed a standard liquidity risk measurement standard in 2010 to mitigate liquidity risk during crisis and long-term periods. Measurement of liquidity risk issued by the basel committee for liquidity risk management using the Net Stable Funding Ratio (NSFR) and liquidity coverage ratio (LCR). This research was conducted to examine the effect of ROA, NIM, CKPN, NPL and total assets on liquidity risk as measured by proxies NSFR, LCR and LDR at book 3 and book 4 banks listed on the Indonesia Stock Exchange. The data used are secondary data from financial data of book 3 and book 4 banks which are listed on the Indonesia Stock Exchange. The regression test was carried out with 2 data groupings. The first is data from 2016 to 2019 involving all dependent variables ROA, NIM, CKPN, NPL and total assets and two independent variables, namely LCR and LDR because in 2016 the NSFR did not apply in Indonesia. The second is data from 2018 to 2019 with testing involving all independent variables ROA, NIM, CKPN, NPL and Total assets and all the dependent variables NSFR, LCR, and LDR. From the results of the panel data regression test that all independent variables have a significant effect on the dependent variable depending on the liquidity risk measurement variable.

Kata Kunci : Risiko Likuiditas, Net Stable Funding Ratio , Liquidity Coverage Ratio, Loan to Deposit Ratio.

  1. S2-2021-436969-abstract.pdf  
  2. S2-2021-436969-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-436969-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-436969-title.pdf