Laporkan Masalah

Evaluasi Tata Kelola Air dalam Upaya Peningkatan Jaringan Irigasi Rawa Pasang Surut Katingan I

A KHOMAINI FAUZAN, Prof. Dr. Ir. Budi Santoso Wignyosukarto, Dip.HE.;Ir. Rachmad Jayadi, M.Eng., Ph.D.

2021 | Tesis | MAGISTER TEKNIK SIPIL

Jaringan irigasi pasang surut Katingan, yang mulai dikembangkan sejak tahun 1984 dengan luas lahan sekitar 4,970 ha, saat ini akan diperluas menjadi 8,650 ha. Daerah irigasi ini dikembangkan untuk mendukung pengembangan budidaya pertanian sawah. Seperti irigasi di daerah rawa lain, lahan tersebut juga memerlukan proses reklamasi, karena hingga saat ini lapisan tanah sulfat masam masih ditemukan pada kedalaman 30 - 40 cm dengan pH 3 - 4.7. Reklamasi dilakukan untuk memperbaiki kualitas tanah, dimana salah satu metodenya adalah proses leaching hasil oksidasi asam sulfat. Leaching dapat dilakukan dengan memanfaatkan air hujan ataupun memberi suplesi air segar dari sungai. Selanjutnya, penelitian ini mencoba mengevaluasi kemampuan saluran dalam menunjang proses reklamasi serta irigasi dan drainase lahan. Empat skenario simulasi jaringan dan solusinya telah dibuat untuk menunjang proses leaching keasaman di saluran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan leaching untuk wilayah eksisting sebesar 2,485,000 m3 dan 4,325,000 m3 untuk wilayah dengan area baru. Pemenuhan kebutuhan air pada kondisi wilayah eksisting belum tercapai tanpa dilakukan normalisasi. Sedangkan untuk kondisi wilayah dengan perluasan, jaringannya memerlukan pelebaran saluran intake untuk menfasilitasi lebih banyak air yang masuk ke jaringan. Terkait drainase, normalisasi saluran pada wilayah eksisting dan pelebaran saluran intake juga harus dilakukan untuk mengurangi lama genangan air hujan di lahan. Selain itu, pemasangan pompa dan pintu air (flap gate) di saluran intake tengah dapat meningkatkan sirkulasi aliran saat surut dan menghindari pencemaran kualitas air akibat arus balik air asam saat pasang melalui flushing dengan satu arah aliran.

Katingan tidal irrigation system was developed in 1984, to serve agriculture area of approximately 4,970 ha and currently to be expanded to 8,650 ha. As other tidal irrigation systems, this land also requires a reclamation process, because acid sulfate soil layers are still found at 30-40 cm depth with a pH of 3 - 4.7. Reclamation is carried out to improve soil quality, where one of the methods is to leach acidity from the acid sulfate soil oxidation. Water for leaching can be from rainwater or supplied fresh water from the river. Hence, this study aims to evaluate the canal abilities to support reclamation, irrigation and drainage in the land. Four scenarios have been simulated to obtain alternative solutions to support the acidity leaching process. The leaching requirement for the existing area is 2,485,000 m3 and 4,325,000 m3 for the area with expansion area. To supply leaching water for existing area, the canals capacity should be normalized to increase water storage within the system. As for the area with expansion, it is required to widen intake canals to facilitate more water entering the system. Normalization and wider intake canals could also reduce time of rainwater inundation. In addition, the publications of pumps and flap gates in the middle intake canals could increase the flow circulation during low tide and prevent reverse flow of acidic water during high tide through one-way flow flushing.

Kata Kunci : Tata Kelola Air, Rehabilitasi Jaringan, Reklamasi, Irigasi Rawa Pasang Surut.