Laporkan Masalah

Dampak restrukturisasi pasca merger dan akuisisi terhadap persepsi perubahan organisasi dan komitmen organisasi

PITARTO, Prof.Dr. Asip F. Hadipranata

2002 | Tesis | S2 Psikologi

Perubahan lingkungan bisnis bisa membawa perusahaan kedalam situasi yang berbahaya jika perusahaan tidak bereaksi secara cepat. Pada saat sekarang, merger dan akuisisi perusahaan telah menjadi kelaziman di Indonesia untuk mengatasi perubahan tersebut, terutama pada sektor perbankan. Biasanya, setelah merger dan akuisisi akan diikuti restrukturisasi pada dua area perubahan, dengan sasaran untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Pertama, perubahan visi, strategi bisnis, struktur dan sistem organisasi. Kedua, perubahan perilaku karyawan, yang terdiri dan kepemimpinan, ketrampilan dan gaya. Tetapi, perubahan restrukturisasi pasca merger dan akuisisi jarang menunjukkan kepaduan organisasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak restrukturisasi pasca merger dan akuisisi terhadap persepsi perubahan organisasi dan komitmen organisasi, yang ditinjau menurut asal bank bergabung. Persepsi perubahan organisasi dan komitmen organisasi adalah dua indikator kepaduan organisasional yang akurat, yang diambil dari perilaku karyawan. Seratus dua puluh dua pegawai bank Mandiri di Semarang, Yogyakarta dan Solo berpartisipasi pada studi ini. Subyek dibagi kedalam 4 kelompok bank bergabung, dengan nama Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Pembangunan Indonesia (BAPINDO) dan Bank Ekspor Impor Indonesia (BEII). Data diperoleh dengan menggunakan skalalkuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis varian dan analisis kovarian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dampak restrukturisasi pasca merger dan akuisisi memiliki pengaruh pada perbedaan persepsi perubahan organisasi, khususnya pada persepsi inferensi (F = 3,631 dan p = 0,015) dan persepsi total (F = 3,025 san p — 0.032); tetapi tidak memiliki pengaruh pada komitmen organisasi.

The changes in the business environment may bring a company into a dangerous situation if the company does not react properly to the changes. In recent times, corporate acquistions and mergers have become more prevalent in Indonesia to coping with the change; especially in banking sector. Usually, after merger and acquisition will be followed by restructuring on two areas of changes, targetly to improve the corporate performance. Firstly, the changes in shared vision, business strategy, structure, and system of organization. Secondly, the changes in human behavior of organization, which consists of staff, skill, and style. But, the changes in the restructuring after merger and acquistion rarely showed organizational fit. The purpose of this research was to know the impact of restructuring after merger and acquisition on perception of organizational change and organizational commitment which was reviewed on legacy banks. The perception of organiza-tional change and organizational commitment are two accurate indicators of organizational fit that are taken of human behavior. One hundred and twenty two employees from bank Mandiri in Semarang, Yogyakarta and Solo participated in this study. Subjects were divided into four groups of legacy banks, namely Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Pembangunan Indonesia (BAPINDO) and Bank Ekspor dan Impor Indonesia (BEII). The data was obtained by using scale/questionnaire. Data analysis was done by using analysis of variance and analysis of covariance. The result of this research showed that the impact of restructuring after merger and acquisition had influence on the difference in perception of organizational change, especially on inference perception (F = 3,631 and p = 0,015) and total perception (F = 3,025 and p = 0,032); but did not have influence on the difference in organizational commitment.

Kata Kunci : Persepsi Pegawai,Perubahan Organisasi,Restrukturisasi, restructuring, perception of organizational change, organizational commitment, legacy banks


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.