Estimasi Dampak Penerapan Kebijakan Konversi Minyak Tanah Menjadi LPG Terhadap Berat Bayi Lahir di Indonesia
HERLAMBANG AJI K, Prof. Catur Sugiyanto, M.A., Ph.D.
2021 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanBerat bayi saat dilahirkan diyakini memiliki hubungan erat dengan outcome individu di masa yang akan datang. Beberapa penelitian terdahulu telah menjelaskan hubungan antara berat bayi lahir dengan antara lain kesehatan individu, capaian akademis hingga penghasilan. Program konversi minyak tanah ke LPG selain bertujuan untuk mengurangi pengeluaran pemerintah untuk subsidi minyak tanah juga bertujuan untuk memberikan alternatif sumber bahan bakar memasak rumah tangga yang lebih bersih. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program konversi minyak tanah ke LPG tidak memiliki dampak terhadap berat bayi lahir di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data Indonesian Family Life Survey (IFLS) gelombang 4 dan 5 dengan metode analisis dampak Difference in Difference (DiD).
Birth weight is believed to have a close relationship with future individual performances. Several studies has explained the relationship between birth weight and individual healths, academic performance and income in the future. In addition to reducing government spending on kerosene subsidies, the kerosene to LPG conversion program also aims to provide a cleaner alternative of household cooking fuel source. This paper provides evidence that the kerosene to LPG conversion program has no effect on birth weight. We use the 4th and 5th waves of the Indonesian Family Life Survey (IFLS) data with the Difference in Difference (DiD) impact analysis method.
Kata Kunci : Berat bayi lahir, konversi mitan ke LPG, difference in difference