Laporkan Masalah

Pengembangan Festival Barikan Kubro sebagai Produk Wisata Budaya di Pulau Karimunjawa

ATIKA NUR HIDAYAH, Prof. Drs. Heddy Shri Ahimsa-Putra, M.A., M.Phil., Ph.D; Dr. Sri Rahayu Budiani, M.Si.

2021 | Tesis | Magister Kajian Pariwisata

Festival sebagai produk wisata budaya harus memiliki daya tarik yang dapat menarik minat kunjung wisatawan. Selain itu, daya tarik suatu festival dapat dimaksimalkan melalui pengembangan yang kolaboratif antar para pemangku kepentingan. Festival Barikan Kubro (FBK) diharapkan dapat menjadi produk wisata budaya unggulan di Pulau Karimunjawa. Sebagai produk wisata budaya, FBK harus memiliki daya tarik yang otentik dan pengelolaan yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi daya tarik festival dilihat dari aspek keindahan, keunikan, keagamaan dan keilmiahan, serta mengidentifikasi masalah-masalah terhadap pengelolaan festival sebagai acuan untuk merumuskan strategi pengembangan festival sebagai produk wisata budaya di Pulau Karimunjawa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan Etnografi untuk memperoleh pemahaman yang mendalam terhadap fenomena festival. Metode pengumpulan data menggunakan metode pengamatan terlibat (participant observation) yang dilakukan selama penyelenggaraan festival, wawancara mendalam (in-depth interview) kepada beberapa informan kunci dan dokumentasi penyelenggaraan festival. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu reduksi data, kategorisasi tema dan membangun narasi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa daya tarik FBK terlihat pada nilai-nilai sejarah, tradisi dan budaya, nilai kelokalan, nilai spiritualitas serta nilai edukasi budaya dan konservasi lingkungan. Masalah yang ditemukan dalam pengelolaan FBK meliputi masalah agenda festival, aksesibilitas dan amenitas, ketiadaan lembaga pelestarian budaya, kurangnya kapasitas SDM, kurangnya kerjasama dalam promosi dan pemasaran, keterbatasan pendanaan dan konflik antara pengelola dan pemerintah. Pengembangan yang dapat dilakukan adalah pengembangan program festival, pengembangan amenitas dan aksesibilitas, pembentukan lembaga pelestarian budaya, pelatihan sumber daya manusia, penguatan peran pemerintah daerah, penguatan keterlibatan pemangku kepentingan dan pengembangan kemitraan promosi dan pemasaran yang sinergis, terpadu, dan berkelanjutan. Pengembangan FBK sebagai produk wisata budaya dapat menjadi alternatif daya tarik wisata di Pulau Karimunjawa serta berkontribusi pada pengembangan ekowisata Pulau Karimunjawa yang lebih berkelanjutan.

Festival as a cultural tourism product must possess an attractiveness to captivate the tourist visits. Furthermore, the festival attractiveness can be enhanced through a collaborative development by the involved stakeholders. Festival Barikan Kubro (FBK) is projected as a prominent cultural tourism product in Karimunjawa Island. As a tourism product, FBK is required to have an authentic attractiveness and an integrated event management. This study aims to explore the festival attractiveness by using indicator such as aesthetic, uniqueness, spirituality and science aspect and to identify the problems regarding festival management in order to formulate the development of festival as a cultural tourism product in Karimunjawa Island. This study is a qualitative research using Ethnographic approach to gain a deep understanding on the festival phenomenon. This study is conducted in Karimunjawa Island where FBK was held. The data was collected using participant observation during the event, in-depth interview to several key informants and documentation of the event. This data was analyzed by conducting data reduction, theme categorization and narrative analysis. The result of this study showed that there are several festival attractiveness based on the aesthetic, uniqueness, spirituality and science aspect. Moreover, several inhibitors were found in the festival management such as the problems on the festival agenda, accessibilities and amenities, inexistence of organization, lack of human resource capacity, lack of partnership in marketing and promotion, limited sponsorship and conflict between festival organizer and government agency. As a result, the festival development strategic was formulated to manage the problems inhibiting the festival management process. In conclusion, the development of FBK as a tourism product diversifies the tourism attraction in Karimunjawa and contributes to the development of sustainable ecotourism in Karimunjawa Island.

Kata Kunci : festival, daya tarik, wisata budaya, pengembangan festival.