Laporkan Masalah

Kebijakan Asistensi Lingkungan Jepang kepada Negara-Negara Kepulauan Pasifik (PICs) pada Tahun 2009-2018

REZA NOORMANSYAH, Dr. Randy Wirasta N, S.I.P., M.Sc.

2021 | Tesis | MAGISTER ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Tesis ini mendiskusikan kebijakan asistensi lingkungan Jepang di Negara-Negara Kepulauan Pasifik atau Pacific Islands Countries (PICs) pada tahun 2009-2018. Sebelumnya, prioritas asistensi berada di sektor yang melambangkan ide intrinsik Jepang yaitu perikanan, ekonomi, pembangunan berkelanjutan, dan keamanan. Asistensi lingkungan menunjukkan Jepang mulai hirau pada persoalan bersama. Perubahan prinsip pemberian bantuan dari state-led ke request-based sejak PALM5 menunjukkan telah terjalin koneksi identitas Jepang-PICs. Penelitian akan dijelaskan melalui konsep struktur identitas dan kepentingan oleh Alexander Wendt. Penulis melihat bahwa pergeseran ini merefleksikan perubahan cara pandang Jepang terhadap PICs sehingga krusial untuk membedah pasifisme sebagai identitas asli yang memandu setiap aksi dan kepentingan Jepang. Melalui perspektif konstruktivisme, asistensi lingkungan hadir berkat pemahaman intersubjektif dengan identitas PICs setelah Jepang merekontekstualisasikan pasifisme sehingga selaras dengan atribut PICs sebagai negara kepulauan yang rentan. Proses pemahaman intersubjektif ini menghasilkan tipifikasi timbal balik dalam motivasi physical security, ontological security, recognition, dan development. Motivasi memperlihatkan kondisi eksis berkaitan dengan PICs yang kemudian menstimulus Jepang dalam konstruksi identitas kolektif "We are islanders". Eksistensi faktor ideasional diidentifikasi dalam mencuatnya pengaruh Cina di PICs, perlunya Jepang mengamankan sumber daya perikanan di ZEE PICs, pentingnya pengakuan dari PICs sebagai mitra setara, dan logika kepantasan Jepang untuk pembangunan PICs.

This thesis will discuss Japan's environmental assistance to Pacific Islands Countries (PICs) in 2009-2018. It is worth noting that previously, Japan's priorities were in the areas referring their own corporate ideas: fisheries, economics, sustainable development, and security. Environmental assistance shows that Japan is paying attention about collective issues. Shift in aid giving principle from state-led to request-based in PALM5 then demonstrates the identity connection between Japan and PICs. This research employs the structure of identity and interest concept by Alexander Wendt to understand Japan's changing perspective in PICs. Pacifism is examined as it is Japan indigenous identity, guiding their each action and interest. Japan decision on environmental assistance is the result of intersubjective understanding about PICs' identity after pacifism itself is recontextualized and constructs a harmonious identity with PICs' as vulnerable islands nation. The intersubjective understanding process reinforces a resiprocal typification through the collective identity formation "We are islanders": physical security, ontological security, recognition, and development. China's growing presence in PICs, securing fishery resources in PICs' EEZ, recognition from PICs as equal partner, and Japan's logic of appropriateness to support PICs' development are the issues to carry ideational motivation testifying Japan's structure of identity and interests.

Kata Kunci : asistensi lingkungan, pasifisme Jepang, kerentanan PICs, identitas kolektif, motivasi ideasional

  1. S2-2021-449134-abstract.pdf  
  2. S2-2021-449134-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-449134-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-449134-title.pdf