PENGUJIAN PECKING ORDER THEORY PADA SEKTOR OTOMOTIF DI NEGARA ASEAN-4
NESSIE DIERA HERTHA, Sumiyana, Dr., M.Si., Ak., CA.,
2021 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)Penelitian ini bertujuan untuk menguji penggunaan pecking order theory pada struktur modal perusahaan sektor otomotif di negara ASEAN-4. Berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu yang telah banyak menguji dan memperoleh hasil pengujian bahwa pecking order theory cenderung lebih banyak digunakan oleh perusahaan dalam keputusan pendanaannya. Pengujian penerapan teori ini dilakukan dengan mengukur faktor-faktor yang diindikasikan mempengaruhi struktur modal. Penelitian ini dilakukan terhadap perusahaan yang tercatat di bursa saham masing-masing negara ASEAN-4 yang memenuhi kriteria pengambilan sampel berbentuk data panel dengan periode pengamatan dari tahun 2015-2019. Model penelitian yang digunakan untuk mengukur struktur modal dengan leverage dan variabel bebas defisit keuangan, profitabilitas, likuiditas, asset tangibility dan pertumbuhan perusahaan. Dengan menggunakan level signifikansi 5%, diperoleh hasil penelitian yang menunjukkan bahwa keseluruhan variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap struktur modal. Terdapat beberapa hasil yang berbeda yang tidak mendukung penerapan pecking order theory, seperti defisit keuangan dan profitabilitas di negara Singapura dan asset tangibility di negara Indonesia dan Malaysia. Kesimpulan dari hasil pengujian secara keseluruhan bahwa pecking order theory masih lebih banyak diterapkan di negara ASEAN-4.
The purpose of this research is to examine the pecking order theory of capital structure in automotive sector companies in ASEAN-4 country. Based on the previous research that have tested and obtain the results, the pecking order theory tends to more widely used by companies in their funding decisions. Testing the application of pecking order theory is done by measuring the factors that are indicated to affect the capital structure. This research was conducted on companies listed on the stock exchange of each ASEAN-4 country that meet the sampling criteria in the form or panel data with an observation period from 2015-2019. The research model used to measure the capital structure with leverage and independent variables are financial deficit, profitability, liquidity, asset tangibility and company growth. By using the significance level of 5%, the results obtained show that all independent variables have a significant effect on capital structure. There are several different results that do not support the application of the pecking order theory, such as financial deficits and profitability in Singapore and asset tangibility in Indonesia and Malaysia. The conclusion from the overall test results is that pecking order theory is still widely applied in ASEAN-4 countries.
Kata Kunci : pecking order theory, struktur modal, defisit keuangan, profitabilitas, likuiditas, asset tangibility dan pertumbuhan perusahaan.